radarlamongan.co - jawaposradarlamongan — Sebanyak 55 desa di Lamongan bisa tersenyum setelah dana desa (DD) tahap I senilai Rp 76 miliar mulai cair.
Meski begitu, jumlah ini masih jauh dari total keseluruhan desa yang ada di Kota Soto tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lamongan, Joko Raharto, mengatakan, proses pencairan masih terus berjalan.
Baca Juga: Anggaran Desa Menyusut, Alokasi Dana Desa Lamongan 2026 Turun Jadi Rp 157 Miliar
Keterlambatan ini dipicu regulasi dari pusat. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru turun Februari lalu. Akibatnya, pemerintah desa ngebut dalam menyusun administrasi pengajuan.
“Kita cek sebelum lebaran data masuk enam kecamatan, kalau jumlah desanya sekitar 55 yang sudah proses input KPPN,” jelasnya.
Menurut Joko, pos - pos penggunaan anggaran sudah ditentukan.
Baca Juga: Dana Desa di Lamongan Dipangkas hingga Rp 266 Miliar
Fokus utama dana desa masih pada pengentasan kemiskinan ekstrem melalui BLT desa, ketahanan iklim dan tangguh bencana, layanan kesehatan dan stunting, ketahanan pangan dan energi desa, koperasi desa merah putih, infrastruktur padat karya tunai, infrastruktur digital teknologi, potensi dan sektor prioritas desa.
Dana desa tidak diperbolehkan untuk honorarium kades dan perangkatnya, iuran BPJS, pembangunan kantor balai desa, kecuali rehab ringan.
“Desa bisa segera memproses pencairan agar bisa segera disalurkan sesuai peruntukannya,” terangnya.
Jika berkas pengajuan sudah lengkap, maka bisa segera dilakukan pencairan agar program bisa jalan sesuai tahapan.
Namun, pagu dana desa tahun ini mengalami terjun bebas. Jika pada 2025 Lamongan mendapat kucuran Rp 412 miliar, maka 2026 ini angka tersebut menyusut menjadi hanya Rp 146 miliar.
Efeknya, jatah yang diterima setiap desa pun ikut melorot. Jika tahun lalu banyak desa yang bisa mengantongi dana hingga Rp 1 miliar, maka tahun ini pagu tertinggi yang diterima desa hanya di angka Rp 373 juta. Pencairannya, masih dua tahap. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma