radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Waduk di Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi kembali menunjukkan sisi ‘’kelamnya’’.
Tiga nyawa bocah berusia SD yang terenggut karena tak kuasa melawan kedalaman waduk, Selasa (17/2) menambah daftar panjang memori kelam di perairan yang tenang tersebut.
Sekretaris Desa Menongo, Dadang, menceritakan, sekitar sembilan tahun lalu, seorang pemancing meninggal di lokasi waduk juga karena tenggelam.
Pihak desa sebenarnya sering melakukan upaya preventif setelah kejadian kala itu.
Banner peringatan berulang dipasang di tepi waduk.
Namun, pesan moral tersebut sering kalah oleh pragmatisme warga yang abai.
Banner yang berfungsi sebagai pengingat bahaya itu sering dicopot pemancing atau warga lainnya untuk dijadikan alas duduk atau keperluan lain yang tak semestinya.
Keselamatan pun terpinggirkan demi kenyamanan sesaat di tepi waduk.
‘’Kalau himbauan, tentunya sudah sering Mas, pemasangan banner serta sosialisasi kepada warga langsung,’’ ucapnya.
Meski berada di wilayah desanya, menurut Dadang, secara administratif Waduk Menongo menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan.
Sehingga, pihak desa hanya bisa berdiri di garis imbauan dan edukasi. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma