radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Perbaikan infrastruktur pasar desa di Lamongan terus berlanjut tahun ini.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan hanya menganggarkan dua pasar desa yang mendapatkan kucuran dana rehabilitasi.
Salah satunya, Pasar Karanggeneng. Sedangkan satu pasar lagi belum ditentukan titik pastinya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, mengatakan, pilihannya di wilayah Kecamatan Paciran atau Brondong.
Menurut dia, bantuan itu sifatnya hanya stimulan, bukan perbaikan menyeluruh.
Anang mencontohkan Pasar Karanggeneng. Fokus perbaikan menyasar pada saluran drainase dan atap.
Langkah ini diambil mengingat posisi pasar tersebut sangat strategis, yakni berada di tepian jalan provinsi.
Penataan drainase dianggap vital agar pasar tetap bersih dan tidak kumuh saat musim hujan.
Dia menuturkan, alokasi perbaikan dari pemkab Rp 100 juta hingga Rp 120 juta.
Karena statusnya pasar desa yang dikelola murni oleh desa, maka sistemnya sharing dengan pengelola.
“Hanya rehab ringan, biasanya dimulai triwulan tiga,” jelasnya.
Anang menambahkan, di Lamongan terdata 131 pasar desa.
Semuanya masih beroperasi. Namun, sebagian beroperasi berdasarkan penanggalan Jawa.
Meski anggaran terbatas, Anang mengaku terus berupaya mengajukan dukungan dana ke pemerintah pusat, baik untuk pasar daerah maupun desa.
“Kalau pasar tradisionalnya ramai pedagangnya untung, petaninya juga senang karena pastinya yang dijual merupakan hasil bumi lokal,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma