radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Sebagian desa di Lamongan belum mencairkan dana desa (DD) tahap II.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan, Joko Raharto, meminta desa yang belum mencairkan DD 2025 segera melengkapi berkas administrasinya.
Menurut dia, earmark dana desa sudah ditentukan.
Di antaranya, untuk mendukung infastruktur pertanian, penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, hingga stunting.
DD tahun ini terendah Rp 594 juta dan tertinggi Rp 1,6 miliar.
DD itu dicairkan dua tahap. Tahap pertama sudah tuntas Juni.
Pencairan DD langsung dari KPPN Bojonegoro ke rekening desa.
Joko menuturkan, September - Oktober ada maintenance dari aplikasi.
Namun, sekarang sudah bisa proses pengajuan pencairan DD.
“Untuk desa yang belum mencairkan agar segera mengajukan agar bisa dilaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya,” pintanya.
Di Kabupaten Lamongan, baru 14 kecamatan yang sudah mencairkan dana desa 100 persen.
Yakni, Kecamatan Bluluk, Modo, Kedungpring, Laren, Sekaran, Maduran, Sugio, Solokuro, Karanggeneng, Tikung, Deket, Glagah, Sarirejo. dan Lamongan.
Kecamatan lainnya belum 100 persen. Kecamatan Ngimbang misalnya. Dari 19 desa yang ada, baru enam desa yang mencairkan.
Kemudian Babat baru enam desa dari 23 desa dan Brondong baru tujuh desa dari sepuluh desa.
Joko menuturkan, pencairan DD disesuaikan dari kelengkapan administrasi pelaporan desa. Karena semuanya sudah berbasis online, maka prosesnya lebih cepat dan transparan.
Terkait nilai DD tahun depan, Joko belum mengetahui angka pastinya. Tahun ini, nilainya Rp 410 miliar. Angka itu naik dari tahun sebelumnya Rp 412 miliar.
“Semoga dana ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma