LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan merinci sebanyak 512 jabatan perangkat desa masih kosong. Hal itu tentunya bisa menghambat pelayanan, sehingga cukup mendesak dilakukan rekrutmen oleh pemdes.
“Beberapa sudah melakukan proses pengisian, jadi persisnya masih menunggu data laporan,” terang Kepala Dinas PMD Lamongan, Joko Raharto.
Menurut dia, kekosongan ini karena sejumlah perangkat sudah masuk purna masa baktinya. Lebih lanjut, dia menjelaskan, setelah PNS sekretaris desa (sekdes) semuanya ditarik daerah.
Seluruh sekdes sekarang diisi melalui seleksi terbuka. Semua warga Indonesia bisa mendaftar, tapi secara teknis langsung desa yang menangani. Karena mereka akan membentuk tim seleksi khusus, yang nantinya bekerja sama dengan akademisi untuk penyediaan soal tes.
Joko berharap kekosongan ini tidak mengganggu administrasi dan pelayanan di tingkat desa. Sebab tugas dan peran pemerintah desa sangat banyak. Selain mendukung program daerah, harus bersinergi dalam mempercepat pelaksanaan program provinsi dan nasional.
“Kami sudah sampaikan ke desa, kalau memang dirangkap perangkat lain, tidak menjadi alasan untuk kinerjanya turun,” ujarnya.
Kekosongan perangkat memang tidak ada batasan waktu pengisian. Namun dua bulan setelah jabatan kosong bisa langsung dilakukan seleksi. Joko menuturkan, kekosongan ini menyebar di beberapa desa di Lamongan.
Untuk itu, dia meminta desa tetap berusaha untuk tertib administrasi, karena semuanya sekarang berbasis digital pelaporannya.
Selain itu, desa menjadi bagian penting dalam mensukseskan program pusat. Saat ini, untuk kepala desa, sekdes, dan perangkat desa lain sudah dianggarkan Siltap melalui ADD.
Sehingga mereka akan mendapatkan gaji setiap bulan. Meski tidak besar, namun dia berharap, kades dan perangkat bisa bekerja untuk bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta