Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Desa Lembor Kecamatan Brondong Kembangkan Pertanian Sehat, Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia

Ahmad Asif Alafi • Selasa, 9 September 2025 | 02:31 WIB
HASIL PERTANIAN: Kades Lembor, Kecamatan Brondong, H. M. Naim, S.Pd bersama petani Desa Lembor memperlihatkan hasil panen cabai.
HASIL PERTANIAN: Kades Lembor, Kecamatan Brondong, H. M. Naim, S.Pd bersama petani Desa Lembor memperlihatkan hasil panen cabai.

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Selain dikenal di bidang kesehatan, Desa Lembor, Kecamatan Brondong, juga patut diacungi jempol dalam sektor pertanian.

Desa ini mendorong kreativitas petani, dengan memanfaatkan potensi alam sekitar untuk membuat pupuk organik, agen hayati, hingga obat alami bagi tanaman.

Langkah tersebut berhasil mengurangi ketergantungan pada pupuk dan obat kimia, sekaligus menekan biaya produksi.

Kepala Desa Lembor, H. M. Na’im, S.Pd, menjelaskan, program ini berawal dari sekolah tani yang digagas sejak 2015.

Enam kelompok tani di desa tersebut mengirimkan delegasi terbaiknya, untuk digembleng melalui sekolah kecil pertanian yang mendapat dukungan dana desa. 

‘’Dari situ muncul gagasan bagaimana petani kita tidak selalu bergantung pada obat-obatan dan pupuk pabrikan,” ujarnya.

Dengan pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, para petani kemudian berinovasi memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar.

Hasilnya, lahir puluhan produk ramah lingkungan seperti PGPR, POC, Trichoderma, Lecanicillium, Dekomposer dan sebagainya.

Produk-produk tersebut kini digunakan oleh petani setempat untuk berbagai komoditas, mulai padi, jagung, cabai, bawang merah, tomat, hingga melon dan semangka.

Sebagian petani bahkan sudah berani menerapkan pola zero racun dan zero kimia. Misalnya pada padi mentik wangi yang dibudidayakan tanpa pupuk maupun pestisida kimia. Hasil panen tetap optimal, bahkan harga jualnya lebih tinggi dibanding produk non-organik. 

‘’Produk ini kami sebut tanaman sehat. Belum bisa menyandang label organik karena masih butuh sertifikasi laboratorium, tapi arahnya sudah ke sana,’’ terang Na’im.

Meski demikian, pupuk organik dan agen hayati hasil karya petani Lembor saat ini masih digunakan untuk kebutuhan internal. Belum dikomersialkan lantaran terkendala perizinan. 

‘’Niat kami baik, ingin membantu petani menuju tanaman sehat. Namun, tanpa legalitas formal, kami khawatir justru bisa menimbulkan masalah hukum,” tambahnya.

Ke depan, masyarakat berharap ada dukungan pemerintah, khususnya dalam aspek legalitas dan perizinan. Dengan begitu, kreativitas petani pelopor Desa Lembor bisa memberi manfaat lebih luas. Tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga bagi masyarakat umum.

PERTANIAN SEHAT: Mas’ud Asfali, Kasi Pemerintahan Desa Lembor sekaligus petani memperlihatkan puluhan produk ramah lingkungan serta cara penggunaan.
PERTANIAN SEHAT: Mas’ud Asfali, Kasi Pemerintahan Desa Lembor sekaligus petani memperlihatkan puluhan produk ramah lingkungan serta cara penggunaan.

Kreativitas itu dilakukan Mas’ud Asfali, Kasi Pemerintahan Desa Lembor sekaligus petani. Dia berprinsip bertani layaknya hutan, di mana tanaman bisa tumbuh subur tanpa pupuk kimia. Berawal dari sekolah kecil pertanian dengan bimbingan dinas terkait. Dari situ lahir pemahaman baru soal agen hayati, imunisasi tanaman, hingga pembuatan pupuk organik cair berbahan lokal.

Menurutnya, perbedaan kualitas hasil panen sangat terasa. ‘’Cabai yang diberi pupuk organik cair lebih awet. Kalau pakai kimia sehari, dua hari, layu. Sementara yang organik seminggu di kulkas tetap segar dan mengkilap,” ungkapnya.

Dia bahkan sudah melakukan aplikasi menanam padi dengan pola nol pupuk dan pestisida kimia. Produksi terus meningkat, dari 6 kuintal di awal menjadi 1 ton di lahan 1.500 meter persegi. 

HEBAT: Hasil melon berkualitas dari petani Desa Lembor.
HEBAT: Hasil melon berkualitas dari petani Desa Lembor.

‘’Hasilnya luar biasa, rasanya lebih enak dan aman dikonsumsi,” ucapnya. ‘’ Saya berprinsip apa yang saya tanam minimal untuk saya konsumsi, ataupun dikonsumi orang lain, sedapat mungkin tanaman itu tidak merugikan orang lain, artinya sehat dikonsumsi,’’ sambungnya. (sip/ind)

Editor : Arya Nata Kesuma
#kecamatan brondong #pupuk organik #pestisida #Pertanian Sehat #Zero Kimia #lamongan #pupuk kimia #Desa Lembor