radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Desa Lembor, Kecamatan Brondong kembali mengukir prestasi membanggakan.
Kepala Desa Lembor, H. M. Na’im, S.Pd., menerima penghargaan Desa Inspiratif kategori Kesehatan pada ajang Radar Bojonegoro Awards 2025, yang digelar di Hotel MCM Bojonegoro, Selasa malam (26/8).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro, Bachtiar Febrianto.
Capaian itu diraih berkat komitmen Desa Lembor dalam mengoptimalkan layanan kesehatan masyarakat, meski berada jauh dari pusat Kota Lamongan.
Selain itu, Desa Lembor banyak mengukir penghargaan pada lomba tanaman obat keluarga (TOGA) dan akupresur tingkat kabupaten hingga provinsi.
‘’Penghargaan ini sebenarnya layak untuk masyarakat kami, utamanya kader dan petugas kesehatan yang ada di Desa Lembor, karena berkat mereka-mereka kami bisa survive dan berkembang di bidang kesehatan,’’ ujar Kades Lembor, H. M. Na’im, S.Pd.
Meski termasuk desa yang jauh dari pusat kota, Na’im terus mengoptimalkan potensi di desa tersebut.
Sehingga layanan yang biasanya diberikan di puskesmas, ini bisa dilakukan di desa.
Desa Lembor dikenal aktif mengembangkan berbagai layanan kesehatan berbasis desa.
Salah satunya memaksimalkan pelayanan Pos Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang didukung satu bidan, satu perawat, dan satu pembantu petugas (bagas).
Kemudian juga ada belasan kader kesehatan yang rutin menggelar kegiatan posyandu balita, posyandu lansia, posyandu remaja, hingga posbindu.
Bahkan, desa juga memiliki kader khusus yang menangani tuberkulosis (TB).
Selain itu, masyarakat pemegang kartu BPJS JKN-KIS juga menerima layanan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dua kali setiap bulan di desa.
Khusus bagi penderita penyakit seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, dan sebagainya. Layanan yang biasanya dilakukan di puskesmas, kini bisa diakses langsung di balai desa.
‘’Berkat mereka permasalahan kesehatan relatif teratasi, kita juga mensuport untuk kegiatan kader dengan dana operasional kader serta insentif kader. Meskipun tidak banyak, cuma dana desa juga digunakan untuk memikirkan peningkatakan kesejahteraan mereka para kader,’’ ungkapnya.
Disamping memaksimalkan pelayanan kesehatan, Desa Lembor juga memiliki kader andalan, yakni Kelompok Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Asman Toga).
Konsentrasinya memanfaatkan toga dan akupresur yang dikembangkan secara modern, dengan pendampingan tenaga kesehatan, sehingga efektivitas obat tersebut kuat.
Sehingga mengantarkan Desa Lembor banyak meraih penghargaan di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Seperti peraih juara satu Kelompok Asuhan Mandiri Pelayanan Kesehatan Tradisional melalui pemanfaatan Toga dan Akupresur Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2022.
‘’Tradisi penggunaan tanaman obat dan pijat sebenarnya sudah lama ada di pedesaan. Kami hanya berinovasi agar lebih efektif dengan bimbingan puskesmas, dinas kesehatan kabupaten hingga provinsi,” tutur Na’im.
Capaian tersebut tidak lepas dari dukungan dana desa, partisipasi masyarakat, hingga bantuan CSR perusahaan sekitar dan steakholder.
Ke depan, Desa Lembor bertekad mempertahankan prestasi ini, sekaligus terus meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. (sip/ind)
Editor : Arya Nata Kesuma