radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Umat hindu di Desa Balun, Kecamatan Turi, Jumat (28/3) menggelar pawai ogoh - ogoh.
Ada enam ogoh - ogoh yang diarak warga di jalan desa setempat.
Hariono, salah satu pembuat ogoh – ogoh, menjelaskan, dirinya melakukan persiapan sejak dua bulan lalu.
Bahan yang dibutuhkan di antaranya kertas semen, bambu, lem, dan cat.
Ada lima ogoh - ogoh berukuran besar dan satu lainnya ukurannya lebih kecil.
‘’Asesoris pendukung membeli online,’’ ujarnya.
Desa Balun dikenal dengan Desa Pancasila karena toleransi antarumat beragamanya cukup tinggi.
Pembuatan ogoh - ogoh juga dibantu warga setempat dari berbagai agama.
Menurut Hariono, tak ada tema khusus dalam pembuatan ogoh - ogoh.
Hanya menggambarkan kekejian.
Sehingga dipilih gambar berwajah seram.
Sebab, setelah diarak, ogoh - ogoh tersebut dibakar.
Pemangku Tahdi, mengatakan, tema nyepi mandawa sewa atau bentuk pelayanan kepada manusia dan makhluk hidup.
Arak - arakan ogoh - ogoh yang dilakukan tidak berlebihan.
''Untuk saudara muslim, bilamana menjalankan puasa ramadan, tetap berlanjut. Sama seperti kita,'' ujarnya.
''Setelah menjalani nyepi, tentunya melakukan ngembak geni,’’ imbuhnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma