radarlamongan.co — jawaposradarlamongan - Kasus kematian Vi, siswi SMK di Kabupaten Lamongan, yang ditemukan membusuk di warung kopi di Desa Made, dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) polres setempat.
Sebab, Vi dibunuh teman satu sekolahnya, Ai, 16, yang termasuk anak berhadapan dengan hukum (ABH).
"ABH diamankan di rumahnya serta mengakui perbuatannya," kata Kapolres Lamongan, AKBP Boby Condroputra, kemarin (16/1).
Menurut dia, setelah penemuan mayat itu, pihaknya membentuk tim dan melakukan penyelidikan.
Orang tua, keluarga, dan tetangga korban diperiksa.
Juga, teman satu sekolahnya.
Selain itu, polisi mengumpulkan beberapa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan sekitar rumah korban.
Dari keterangan saksi, diketahui korban dibonceng seseorang saat pergi dari rumah.
Wajah pengendara motor itu kemudian mengarah pada Ai.
"Sehingga belum sampai 1 x 24 jam, ABH diamankan oleh anggota," imbuh Kapolres.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Riski Akbar Kurniadi, menambahkan, berdasarkan hasil otopsi tim Forensik Bidang Dokkes Polda Jatim, korban terluka di mata kanan dan kepala karena benturan benda keras.
Leher korban juga ada bekas luka akibat kerudung yang diikatkan ke bagian tubuh tersebut.
Hal itu mengakibatkan korban sulit bernapas.
"Sebanyak 7 orang saksi yang diperiksa. Mengumpulkan alat bukti, mengerucut ke ABH," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan, lanjut dia, Ai sakit hati setelah cintanya ditolak korban.
Vi yang dibawa ke warung kopi yang lama tutup dan kondisi pintu terbuka, dianiaya, hingga kepalanya dibenturkan ke tembok.
Belum puas, Ai mengikatkan kerudung ke leher Vi.
Tindakan inilah yang menjadikan nyawa Vi melayang.
"Kejadian meninggalnya korban tepat hari Jumat (10/1) sekira pukul 14.32," imbuhnya.
Barang bukti yang diamankan dari kasus ini, motor Shogun, sandal slop hitam milik Vi, kemeja lengan panjang, dan celana jins hitam.
Apakah Ai melakukan perbuatan asusila? Kasatreskrim memastikan hasil otopsi tidak mengarah ke sana. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma