KOTA, Radarlamongan.co - Tak butuh waktu lama, kasus pembunuhan siswi SMK yang jenazahnya ditemukan di dalam sebuah warung kopi Desa Made, Rabu pagi (15/1), akhirnya berhasil diungkap oleh Polres Lamongan.
Kamis pagi (16/1) Polres Lamongan menggelar konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan, AKBP Bobby Adimas Candra Putra.
Dalam ungkap kasus pembunuhan tersebut, Siswi berinisial VPR, 16, asal Desa Banjarrejo, Kecamatan Sukodadi menjadi korban pembunuhan oleh AI, 16, asal Kecamatan Lamongan.
Kapolres Lamongan, AKBP Bobby Adimas Candra Putra menjelaskan, bahwa AI sendiri merupakan teman satu sekolah dengan VPR.
"Memang benar, ABH (Anak Berurusan Hukum) merupakan teman sekolah dari korban," terangnya dalam konferensi pers yang digelar di ruang Rupatama Polres Lamongan, Kamis pagi (16/1).
Lebih lanjut ia menjelaskan, usai dilakukan penyelidikan oleh anggota dan pemeriksaan oleh sebagian saksi, akhirnya ditemukan titik terang pelaku pembunuhan siswi SMK tersebut.
Kasus tersebut terkuak berawal adanya laporan di Polsek Sukodadi dari salah satu warga yang kehilangan putrinya, Jumat (10/1).
Ternyata ketika ditelusuri pelapor merupakan orang tua dari korban berinsial VPR tersebut.
Pelaku yang masih berstatus pelajar tersebut tak mengelak ketika diamankan oleh petugas di rumahnya di wilayah Kecamatan Lamongan.
Sedangkan motif pelaku melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut didasari karena sakit hati cintanya ditolak oleh korban.
"Motifnya karena cintanya ditolak oleh korban, sedangkan korban sudah menjelaskan bahwa korban sudah punya pacar," tambahnya.
Berawal dari penolakan tersebut, pelaku sakit hati dan mengajak korban ke salah satu warung wilayah Desa Made, Kecamatan Lamongan.
Sedangkan kondisi warung saat kejadian tak bisa tertutup rapat karena pintu harmonikanya dalam kondisi rusak.
Di dalam warung tersebut korban dibunuh oleh pelaku dengan cara membenturkan kepalanya ke lantai dan menjerat leher korban dengan kerudung. (mal/jar)
Editor : Anjar D. Pradipta