LAMONGAN, Radar Lamongan - Desa Wanar, Kecamatan Pucuk terkenal sebagai kampung tanaman hias dan bonsai.
Namun, Arif Hidayatullah tidak ingin mengikuti tren di kampungnya. Pria berusia 30 tahun tersebut memilih menjadi peternak burung merpati hias jenis showking.
Ini merpati jenis modern oriental frill (MOF) satinette, terang Arif kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (27/1).
Secara fisik, terdapat perbedaan dengan jenis merpati biasanya. Merpati hias showking memiliki badan yang lebih besar, dadanya membusung, dengan kaki tegak.
Selain itu, paruhnya lebih pendek dengan terdapat jambul di kepala bagian belakang. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri pada merpati hias showking ini.
Arif, sapaan akrabnya memiliki dua kandang di belakang rumahnya. Satu kandang dengan beberapa sekat untuk mengawinkan sepasang merpati. Satu kandang lainnya untuk merpati yang siap untuk mengikuti kontes.
Arif beternak merpati hias showking sejak Tahun 2015. Dia bisa sharing dengan sesama pehobi melalui komunitas yang ada di Lamongan.
Untuk perawatan burung ini mudah, sama seperti burung merpati lainnya, ujar bapak satu anak ini.
Arif rutin memberikan vitamin. Kemudian saat pagi dimandikan dan dijemur agar merpati tidak stres. Untuk makanannya jagung dan kacang hijau sebanyak dua kali sehari. Sore diberi makan karena mau tidur, ujarnya.
Salah satu burung merpatinya pernah menyabet juara dua showking warna bebas pada ajang Kediri Pigeon Walikota Cup 2023. Arif memiliki cara tersendiri untuk menjaga keindahan burung merpati hiasnya.
Yakni setelah mengeram, burung hias ini dimandikan. Setelah bertelur bisa dipindahkan, agar tetap terjaga kualitasnya. Selain itu, merpati juga sering dilatih mental tiap hari, dengan memasangkan dengan merpati lainnya.
Dipasangkan dengan temannya, ketika masih tegak, berarti bagus, katanya.
Arif melakukan perawatan terhadap merpati yang hendak diikutkan kontes, dengan memberikan shampo agar bulunya tetap terjaga. Sebab, dalam kontes tidak boleh terdapat kutu. Selain itu, burung merpati harus tetap tegak badannya saat kontes.
Itu juga kontes ada penilaian sendiri, warnanya harus sesuai standar dengan merpati hias, dada bulu harus bersih, serta tidak boleh bercak, terangnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta