Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Antisipasi Dampak Elnino, Pastikan Alokasi Pupuk Subsidi Ditambah, DPRD Lamongan Minta Distribusi Tepat Sasaran dan Tepat Waktu

Anjar Dwi Pradipta • Selasa, 18 Juni 2024 | 02:04 WIB
MULAI TANAM: Petani berharap agar kebutuhan pupuk subsidi bisa terpenuhi, di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda (Anjar / Radar Lamongan)
MULAI TANAM: Petani berharap agar kebutuhan pupuk subsidi bisa terpenuhi, di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda (Anjar / Radar Lamongan)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Petani di sejumlah wilayah sudah mulai tanam padi. Pantauan di lapangan, beberapa wilayah yang sudah mulai tanam padi di Turi, Kalitengah, Karanggeneng, dan sejumlah kecamatan lain.

Anggota Komisi B DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq meminta agar distribusi pupuk tepat sasaran dan tepat waktu.

OPD terkait diminta intens mengkroscek ke bawah terhadap wilayah yang paling membutuhkan stok pupuk bersubsidi. 

Jangan sampai dipukul rata, di satu sisi wilayah tidak tanam dapat jatah, sedangkan yang tanam malah kurang, ucap politisi F-PKB tersebut. 

Sujono, salah satu petani di Kecamatan Kalitengah mengaku baru mulai menanam padi di tahun ini.

Saya berharap kebutuhan pupuk subsidi nanti ada (terpenuhi, Red), dan berharap juga harga gabah nanti saat panen naik, tuturnya. 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan, M. Bakhrudin Zuhri mengakui, alokasi pupuk bersubsidi lebih banyak dibanding tahun lalu. 

Tahun lalu, alokasi urea 63.465 ton dan terealisasi 98 persen.

Sedangkan, alokasi pupuk NPK 34.499 ton dan terealisasi 98 persen.

Sedangkan, tahun ini terdapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi. 

NPK semula 24.903 ton dan ditambah 28.352 ton, sehingga alokasi menjadi 53.255 ton.

Sedangkan, urea awalnya 42.736 ton dan ditambah 30.351 ton, sehingga totalnya 73.087 ton. 

Untuk realisasi urea saat ini 25.680 ton atau 33 persen, serta NPK 14.697 ton atau 26 persen, terangnya. 

Dia menjelaskan, penambahan alokasi pupuk ini merupakan instruksi presiden.

Tujuannya untuk mendukung ketahanan pangan, sebagai antisipasi dampak elnino.

Disamping menggelontorkan tambahan pupuk, juga ada percepatan tanam dengan pompanisasi. 

Harapannya dengan peningkatan jumlah pupuk ini, kebutuhan pupuk yang ada di lapangan bisa tercukupi.

Harapan kita saat pendistribusin bisa tepat waktu dan tepat sasaran, ujarnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#pupuk subsidi #ELNINO #lamongan #petani