Ridho Guntur Setiawan Raih Medali Perak di IMC 2026

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:03 WIB
SUDAH BERUSAHA MAKSIMAL: Ridho Guntur Setiawan mendapatkan arahan di sudut ring. Dia meraih medali perak di Indonesia Muaythai Championship 2026. (Istimewa/Radar Lamongan)
SUDAH BERUSAHA MAKSIMAL: Ridho Guntur Setiawan mendapatkan arahan di sudut ring. Dia meraih medali perak di Indonesia Muaythai Championship 2026. (Istimewa/Radar Lamongan)

Jadi Satu - satunya Atlet Lamongan yang Mewakili Jawa Timur

 

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Kerap dihantam lelah dan himpitan waktu, Ridho Guntur Setiawan memilih terus melangkah; merebut medali demi medali sebagai prasasti perjuangannya sebagai seorang petarung dari Kabupaten Lamongan.

 

RIKA RATMAWATI, Radar Lamongan 

 

Gemuruh sorak penonton perlahan menyurut menjadi sunyi yang mengendap setelah wasit Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Bekasi mengangkat tangan pemenang. Namun, bagi Ridho Guntur Setiawan, tiap detik pertarungan masih bergetar hebat di dalam dadanya. Ada senyum bangga yang mekar di bibir pemuda asal Desa Yungyang, Kecamatan Modo, itu. Senyum yang dirawat dari ribuan jam latihan berat, memeras keringat, dan menempa nyali.

Pemuda berbadan tegap berusia 25 tahun itu tampil di kejurnas. 4 — 9 Agustus lalu mewakili kontingen Jawa Timur. Ridho berlaga di kategori elite senior 51 kilogram (kg). Dia menjadi satu - satunya pendulum harapan Lamongan di antara 87 atlet yang dikirim Jawa Timur. “Sebelum kejurnas ada pemusatan latihan, senang juga karena banyak yang kenal,” tuturnya.

Baca Juga: Atlet Muaythai Lamongan Siap Hadapi Liga Muaythai di Bojonegoro

Ridho memang gagal naik ke podium tertinggi. Dia harus mengakui keunggulan rivalnya dari Bali di partai pamungkas. Namun, kalungan medali perak itu tidak memudarkan kilau perjuangannya. Bagi Ridho, arena pertarungan adalah ruang kontemplasi yang tak pernah sepi dari pembelajaran.

“Alhamdulillah, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, ini akan menjadi pembelajaran ke depannya,” ujarnya. 

Perjalanan menuju Bekasi tidaklah seperti jalan tol yang mulus. Kendala terbesarnya bukan sapuan kaki lawan yang memicu memar, melainkan cara membagi waktu di tengah tumpukan tanggung jawab harian. Sebelum merengkuh medali perak IMC 2026, jejak Ridho sudah panjang terbentang di olahraga seni bela diri. 

Baca Juga: Atlet Muaythai Lamongan Buru Jam Terbang, Siapkan Atlet ke Magetan

Awalnya dia berlatih wushu dan combat sport pada 2018. Namun, fokus latihannya kemudian beralih ke muaythai di 2020. Sebelum meraih medali perak di IMC 2026, Ridho sudah mengoleksi beberapa medali. Di antaranya, medali emas Porprov 2022 dan 2023 di nomor tanding 48 kg, serta juarta kejurprov Piala Pangdam. Tahun lalu, Ridho menyumbangkan medali perunggu pada kejurnas muaythai di NTB.

Karena batasan usia, pintu Porprov tertutup bagi Ridho. Dia melangkah ke gelanggang profesional sembari membagikan ilmunya sebagai asisten pelatih. Pemuda Modo ini ingin nyala apinya menular ke dada atlet-atlet muda di daerahnya. Dia berharap prestasi yang diraihnya bisa menginspirasi atlet junior muaythai Lamongan. Pesannya, jangan berhenti latihan meski sudah pernah juara atau bahkan gagal berkali - kali karena muaythai ini bukan langsung bisa, tapi butuh proses dan ketekunan. (*)

Editor : Arya Nata Kesuma
muaythai Lamongan Indonesia muaythai championship Kecamatan modo cabang olahraga