Aida Kholifatun Nisa, Salah Satu Atlet Woodball Potensial di Lamongan Meniti Akurasi, Menempa Ketenangan Jiwa

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:37 WIB
BUAH KETENUNAN: Aida Kholifatun Nisa menunjukkan medali yang diraihnya dari Kejurprov Jatim 2026.  (Istimewa/Radar Lamongan)
BUAH KETENUNAN: Aida Kholifatun Nisa menunjukkan medali yang diraihnya dari Kejurprov Jatim 2026.  (Istimewa/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dari ketenangan yang ditempa sejak SMP, Aida Kholifatun Nisa membuktikan bahwa ketepatan tak pernah lahir dari kebetulan, melainkan dari proses panjang yang dinikmati tanpa henti.

 

 

RIKA RATMAWATI, Lamongan 

 

 

Di atas rerumputan, sebuah bola kayu menggelinding, menembus angin, lalu hinggap di antara dua tiang gawang kecil (gate). Bagi sebagian orang, itu hanya sebuah permainan meloloskan bola. Namun bagi Aida Kholifatun Nisa, dentang halus bola menyentuh gawang adalah simfoni dari sebuah proses panjang yang tak pernah mengkhianati hasil.

“Kalau woodball ini yang penting memahami dasar - dasarnya,” ujar remaja putri yang bercita - cita menjadi guru olahraga itu.

Pundak Aida baru saja dikalungi kilau medali emas pertamanya dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball Jawa Timur, Juni lalu. Tak tanggung — tanggung, dia mendapatkan dua medali emas sekaligus di kelompok umur (KU)-15. Masing — masing nomor single fairway dan single stroke. Selain itu, Aida mendapatkan medali perak yang berlaga bersama rekannya di nomor double stroke. Sebuah pencapaian yang dirajut dari keringat dan ketekunannya. 

Baca Juga: Kontingen Woodball Lamongan Bawa Pulang Medali Emas Dari Kejuaraan Bakorwil Cup di Bojonegoro

Jejak langkah siswi SMAN 1 Mantup ini bermula saat dirinya duduk di bangku kelas 7 SMP. Dia dikenalkan cabang olahraga woodball dari gurunya di sekolah. Aida awalnya melangkah ragu. Apalagi, dirinya kesulitan mengatur fokus dan akurasi pukulan. Namun, dia bertekad tidak ingin meratapi kegagalan, melainkan siap mengelap peluh lebih banyak. Setiap kesalahan dijadikan cermin evaluasi untuk tampil lebih presisi.

Ketenangan dan fokus dilatihnya secara rutin 3 hingga 4 kali dalam sepekan. Bahkan bertambah intens saat kejuaraan kian dekat. Dorongan moral serta doa orang tua yang tak pernah putus menjadi bahan bakar yang membakar semangatnya.

Pohon ketekunan itu akhirnya berbuah manis ketika Aida memulai debut kejuaraan pada 2023. Dia meraih medali perunggu di nomor double fairway.

Baca Juga: Dua Atlet Woodball Lamongan Sumbang Medali Emas Kejurnas di Jakarta

Aida berharap teman — temannya tetap semangat dan rajin latihan. Semoga kita bisa semakin berprestasi dan membanggakan diri sendiri, sekolah, maupun daerah,” harap pelajar berpostur 168cm itu. 

Di atas rumput, Aida telah membuktikan: ketika fokus disatukan dengan ketenangan jiwa, bola kayu itu tak hanya menembus gawang kompetisi, tetapi juga melubangi jalan menuju cita — citanya untuk berprestasi. (*/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
atlet woodball cabang olahraga