Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Arisa Parasita Al Ghanayya, Pegulat Remaja yang Membela Kontingen Lamongan di Berbagai Kejuaraan, Dari Podium ke Podium, Merajut Mimpi Jadi Polisi

Rika Ratmawati • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:54 WIB
NAIK PODIUM TERATAS: Arisa Parasita Al Ghanayya, meraih medali emas kelas 65 kg pada Kejurprov 2026 di Mojokerto. (Istimewa/Radar Lamongan)
NAIK PODIUM TERATAS: Arisa Parasita Al Ghanayya, meraih medali emas kelas 65 kg pada Kejurprov 2026 di Mojokerto. (Istimewa/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Di atas matras gulat, hidup kerap kali disederhanakan menjadi dua pilihan ekstrem: menjatuhkan atau dijatuhkan. Bagi Arisa Parasita Al Ghanayya, mimpi dan cita — cita harus diperjuangkan, meski harus merasakan bantingan. 

 

RIKA RATMAWATI, Radar Lamongan 

 

Postur Arisa Parasita Al Ghanayya tegak menjulang setinggi 165 sentimeter (cm). Setiap lekuk ototnya memantulkan disiplin baja seorang atlet yang menolak berkompromi dengan rasa malas. 

Ketika anak-anak seusianya di kelas 3 sekolah dasar tengah asyik merajut manja, Arisa kecil sudah akrab dengan aroma matras dan kerasnya lantai sasana. Bocah yang kini menginjak remaja 16 tahun itu, sejak 2019 telah mengeja arti perjuangan melalui deretan medali yang dikumpulkan layaknya kepingan - kepingan puzzle kehidupan.

Baca Juga: Pegulat Lamongan Raih Dua Medali Emas di Kejurprov Gulat di Mojokerto

Mulai dari podium ketiga kelas 40 kg bebas putri pada kejurprov 2019 di Lumajang. Berlanjut medali yang sama pada Kejurprov 2020 di Malang kelas 42 kg remaja kadet bebas putri. Emas perdana diraih Arisa dari kejurprov 2021 pemula remaja kelas 50+ kg bebas putri.Naik turun prestasi adalah hal biasa bagi seorang petarung. 

Arisa yang kelahiran Gresik kemudian berganti kartu keluarga di Lamongan. Dia kembali menaiki podium 3 pada Popda 2022 kelas 62 kg dan Porprov Mojokerto 2023 di kelas yang sama. Namun, Arisa enggan menyerah pada gravitasi. Tahun 2024 Arisa mengawinkan medali emas di Kejurprov Batu (kelas 76 kg) dan Kejurprov Lumajang (kelas 72 kg). Meski sempat turun ke podium 2 pada Porprov Batu 2025 kelas 68 kg, dia membayar tuntas dahaga juara dengan medali emas di Kejurprov Mojokerto 2026 kelas 65 kg.

Jalan prestasi tentu tak selalu mulus. Ada kalanya pelatih menyodorkan lembaran taktik baru yang rumit—meliuk, mengunci, menghindar—yang kerap kali membuat tubuhnya terhempas frustrasi di atas matras. Namun, Arisa tahu bahwa dirinya tak pernah benar - benar bertarung sendirian. Di Ada doa tak putus dari orang tua yang menjadi benteng pertahanan terakhirnya. 

Baca Juga: Loncat Indah Sumbang Medali Emas, Gulat raih Perunggu

“Saya bersyukur orang tua sangat support dan memfasilitasi,” ujar pelajar kelas 11 SMA Olahraga Sidoarjo itu.

Demi memangkas jarak dengan mimpinya, Arisa memilih mengurung diri dalam disiplin asrama sekolah atlet. Di sana, hari-harinya adalah repetisi tanpa henti. Kecuali hari Minggu saat dunia beristirahat, Arisa selalu bersahabat dengan peluh. Dia berlatih mematangkan kuncian demi kuncian untuk menyambut Popda serta Kejurnas yang kini sudah mengetuk pintu kalender kejuaraannya. 

Di masa depan, Arisa juga menyimpan mimpi besar untuk berseragam cokelat, menjaga keamanan negara sebagai seorang anggota kepolisian. Sebuah cita-cita yang terasa selaras dengan jiwa petarung yang dimilikinya. “Kesuksesanmu ada di telapak tanganmu sendiri,” ujarnya. (*/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
pegulat Lamongan kejurprov 2026 podium anggota kepolisian