radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Yunita Anggraini Prianka, Salah Satu Atlet Junior Woodball Berprestasi di Lamongan
Sebilah mallet kayu telah mengubah jalan hidup Yunita Anggraini Prianka. Di balik setiap bidikannya, ada ambisi dan mimpi menuju panggung yang lebih besar, kejurprov 2027.
RIKA RATMAWATI, Lamongan
Bagi gadis bertubuh jenjang dengan kulit kuning langsat ini, medali emas di nomor woodball women double stroke KU-15 Kejurprov 2026 bukan sekadar lambang kemenangan. Itu adalah prasasti dari sebuah ketekunan yang dirawatnya. Sejak hari - hari di mana dia hanya memandang lapangan dengan mata penuh tanya. Rasa penasaran yang muncul.
Ingatan Yunita Anggraini Prianka melayang pada ruang kelas 7 tiga tahun lalu. Ketika itu, woodball—olahraga asal Taiwan yang kerap disebut sebagai "golfnya rakyat" karena menggunakan bola, pemukul (mallet), dan gawang kecil (gate) dari kayu—, masih terlalu asing di telinganya. Ketika sang guru mulai memperkenalkan olahraga tersebut, dan beberapa temannya mulai mengayunkan mallet, ada sesuatu yang bergetar di dada Yunita. Dia terpikat pada ketukan kayu yang beradu.
Baca Juga: Persela Lamongan Rancang Program Fisik Pemain
Latihan rutin membuat Yunita mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kejuaraan. Ketika pertama kali mencicipi atmosfer kejuaraan pada Desember 2023, dewi fortuna belum berpihak. Emas masih menjadi mimpi yang menggantung di awan.
Di beberapa turnamen berikutnya, Yunita harus puas dengan medali perunggu atau perak. Medali itu adalah bahan bakar yang membakar ambisi. Yunita terus mengasah teknik, menjinakkan angin, dan menepis keraguan. Dia akhirnya meraih medali emas di Mei lalu pada woodball women double stroke KU-15 Kejurprov 2026. Yunita meraih medali emas itu bersama temannya, Putri Vanessa. “Pastinya sangat senang, emas pertama untuk saya, dan akan menjadi motivasi untuk terus berlatih,” terang lulusan SMPN 2 Mantup itu.
Yunita bersyukur terus mendapatkan pendampingan dari pelatih. Selain dukungan pelatih, guru, dan orang tua juga memfasilitasi alat secara mandiri. Yunita memilih cabor woodball karena beda dengan cabor lain. Atlet harus memiliki fisik kuat dan memahami teknik dasar. “Sebenarnya lebih memperbanyak pengetahuan dan latihan, nanti mental akan terbentuk sendiri,” terang pelajar yang tahun ajaran baru ini menjadi siswa jenjang SMA itu.
Baca Juga: Pasuruan United Temani Persibo Bojonegoro – Gresik United di Liga 3 Nusantara
Menurut pelajar asal Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, ini woodball adalah olahraga fisik. Atlet dituntut fokus, agar siap menyelesaikan setiap nomor di pertandingan. Sebelum meraih medali emas, Yunita pernah meraih juara 2 woodball dobel fairway junior series Kejurprov 2023, juara 3 woodball single fairway putri KU-18 Kejurprov 2024. Kemudian, juara 3 woodball team stroke advance Perwosi 2024, dan juara 3 woodball women single stroke KU-15 kejurprov 2023.
Kini, lembaran Kejurprov 2026 telah ditutup. Medali emas pertamanya telah tersimpan rapi. Namun, bagi Yunita, garis finis adalah garis start yang baru. Di ufuk barat, gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 sudah melambaikan tangan. Menjadi panggung multi-event pertama yang bakal dia jajaki. (*/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma