LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Persela sudah terbebas dari larangan suporter, saat menjalani laga di kompetisi Liga Championship.
Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbuporapar) Lamongan menyambut positif hal tersebut, yang optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) dari stadion bakal terealisasi.
Meski begitu, sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan. Sementara untuk pemeliharaan gedung masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana proyek.
Kepala Disbudporapar Lamongan Siti Rubikah melalui Fauzan Badri, Kabid Keolahragaan Disbuporapar Lamongan mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya kembali mengajukan surat untuk dilakukan pemeliharaan stadion.
Sebab ada banyak fasilitas yang rusak dan perlu diperbaiki. Misalnya kebocoran dari kursi penonton, juga atap yang secara konstruksi hanya pelaksana yang mengetahui detailnya.
Selain itu, sejumlah lampu penerangan gedung hingga luar juga padam. Jika kompetisi dimulai, semua kerusakan ini seharusnya bisa tuntas perbaikannya.
‘’Kita akan terus mengupayakan agar segera dilakukan perbaikan sebelum kompetisi dimulai, sementara untuk rumput sudah kita lakukan pemupukan dan pemeliharaan rutin karena pengelolaan sudah di kami,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Fauzan tidak menampik, sewa stadion akan terdongkrak ketika kompetisi berjalan.
Namun, diakuinya, musim lalu karena Persela berkompetisi tanpa adanya suporter pastinya akan berbeda.
Namun musim mendatang, Fauzan mengaku lebih optimistis. Karena Persela sudah diperbolehkan bertanding dengan menghadirkan suporter.
‘’Harapannya seluruh suporter bisa menjaga fasilitas yang ada dengan sebaik mungkin. Karena stadion merupakan aset yang harus dijaga bersama,’’ ucapnya.
Target penerimaan daerah dari sewa Stadion Surajaya di awal tahun ini naik signifikan.
Pada triwulan pertama tahun ini sudah memenuhi target 15 persen. Fauzan Badri mengaku nantinya akan dilakukan evaluasi lagi.
Sebab, target triwulan kedua pastinya lebih besar dari sebelumnya. Meski tidak menyebut angka pastinya, namun tahun ini sewa stadion ditarget Rp 200 juta.
‘’Target ini naik seratus persen lebih dari sebelumnya dan kita harus optimistis,’’ ujarnya.
Menurut dia, sewa stadion sudah ada payung hukumnya. Seluruh kegiatan yang diselenggarakan dengan memanfaatkan stadion akan dikenai tarif, meski hanya mini kompetisi.
Tujuannya untuk biaya pemeliharaan rutin seperti rumput, membayar listrik, dan perawatan ringan lainnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan