LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Langkah tim voli putri Skavola Sae Lamongan di ajang Kejurnas Livoli Divisi 1 2025 harus terhenti di babak 16 besar. Bertanding melawan tim Triple’s, wakil Kabupaten Lamongan itu harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0–3 (18–25, 18–25, 22–25).
Pelatih Skavola Sae Lamongan, Ahmad Robi, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, strategi yang disiapkan tidak berjalan maksimal di lapangan.
“Untuk hasil dari pertandingan hari ini sangat tidak kita harapkan, banyak strategi yang tidak berjalan dengan baik,” ungkap Robi usai laga.
Ia menambahkan, tertinggal poin demi poin di setiap set membuat semangat pemain menurun. Permasalahan utama yang dihadapi timnya kali ini adalah sektor receiver.
“Tertinggal poin demi poin membuat semangat pemain terlihat kurang. Yang paling utama memang dari receiver, terutama saat menghadapi serangan balik dari lawan,” jelasnya.
Sempat unggul delapan poin di set ketiga, tim Skavola Sae akhirnya masih bisa dikejar dan dikalahkan oleh Triple’s.
Robi menyebut, waktu persiapan yang sangat singkat membuat kekompakan tim belum terbentuk dengan baik.
“Persiapan kami memang sangat singkat, jadi pemahaman antar pemain belum sepenuhnya terbentuk,” tambahnya.
Pertandingan tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Ia mengaku bangga meski Skavola Sae belum mampu melaju lebih jauh.
“Saya tadi sempat menyaksikan pertandingan Skavola. Walaupun kalah, saya cukup puas karena tim putri Lamongan sudah memberikan perlawanan yang baik,” ujar Bupati yang akrab disapaan Pak Yes tersebut.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir mendukung tim-tim asal Lamongan di ajang ini sangat menggembirakan.
“Saya melihat antusias masyarakat semakin tinggi setiap harinya. Ini tentu menggairahkan olahraga, khususnya bola voli di Lamongan,” tuturnya.
Bupati Yes juga berharap ke depan Lamongan bisa kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang Livoli maupun kejuaraan voli lainnya.
“Harapannya kedepan kegiatan seperti ini rutin digelar di Lamongan, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini membuat daerah semakin ramai dan ekonomi masyarakat ikut berputar,” pungkasnya. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta