radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Samsul Arif Munip dan Bijahil Chalwa pernah menjadi bagian dari Persela Lamongan di kompetisi sepak bola tanah air.
Samsul Arif kali pertama bergabung di Persela pada musim 2009/2010, 2013/2014, 2017/2018, dan 2024/2025.
Sementara Bijahil Chalwa pernah berseragam Laskar Joko Tingkir pada musim kompetisi 2014 – 2016. Semasa menjadi pemain, dua striker itu juga ‘’nyambi’’ mengambil lisensi kepelatihan. Kini, keduanya sudah mengantongi lisensi.
Baca Juga: Pemain Persela Nikmati Liburan, M Sadewa Menunggu Komunikasi Dengan Manajemen
Bahkan, Chalwa dan Samsul terlibat perebutan kursi ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) di kota asalnya, Kabupaten Bojonegoro.
Hasilnya, Chalwa yang berlisensi C terpilih menjadi ketua melalui voting yang dilakukan secara daring selama dua hari di akhir April lalu.
Chalwa memperoleh 38 suara mengalahkan Samsul Arif dan Masdra Nurriza, mantan pelatih Persekabpas Pasuruan.
Baca Juga: Kontrak Berakhir, Muhammad Fardan Azmi Tunggu Keputusan Manajemen Persela
Ketua Panitia Pemilihan APSSI Bojonegoro, Yayik Agus Rimbawan,. mengatakan, terdapat 105 pemilik suara. Namun hanya sekitar 70 suara yang sah. Terlebih beberapa pemilih suara melakukan voting ke lebih dari satu kandidat.
Yayik menjelaskan pemilik suara merupakan pelatih dari Bojonegoro yang memiliki lisensi kepelatihan. Voting berlangsung selama dua hari secara online.
Setelah pemilihan ketua tersebut, ketua APSSI Bojonegoro terpilih harus menyusun struktur kepengurusan. Kemudian struktur kepengurusan tersebut diajukan ke APSSI Jawa Timur untuk meminta surat keputusan (SK).
‘’Menjadi wewenang ketua terpilih untuk menentukan nama-nama di struktur kepengurusan,” jelasnya.
Menurut Yayik APSSI dibentuk untuk mewadahi pelatih-pelatih sepak bola di Bojonegoro. Tentu menjadi sarana berdiskusi dan berkomunikasi terkait perkembangan ilmu dan kendala di dunia kepelatihan.
‘’Pembentukan APSSI ini diinisiasi beberapa pelatih di Bojonegoro. Sehingga ada wadah untuk para pelatih berlisensi di Bojonegoro,” ujarnya. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma