RADARLAMONGAN.CO — Pemain Timnas Putri Indonesia, Claudia Alexandra Scheunemann, resmi mencatat sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Senin, (11/8), penyerang kelahiran Tangerang, 24 April 2009, itu diperkenalkan sebagai pemain anyar FC Utrecht Vrowen yang akan berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola putri Belanda.
Ia menandatangani kontrak profesional berdurasi tiga tahun dan menjadi pemain berdarah Indonesia pertama yang merumput di level ini.
“Sangat berarti bagi saya untuk menandatangani kontrak profesional pertama di FC Utrecht dan menjadi pemain darah Indonesia pertama di liga sepak bola tertinggi Eropa. Target saya adalah belajar dan bekerja keras agar bisa merebut tempat di tim utama,” ucap Claudia.
Bakat Claudia tumbuh dari keluarga yang lekat dengan dunia sepak bola. Ayahnya, Ralph, merupakan mantan pemain amatir di liga lokal dan sudah lama menetap di Indonesia. Sang paman, Timo Scheunemann, adalah mantan pelatih Timnas Putri Indonesia yang pernah menukangi Persema Malang dan Persiba Balikpapan.
Ia juga sepupu Brandon Scheunemann yang pernah membela Timnas U-20 Indonesia. Beberapa anggota keluarga lain aktif membina sepak bola di Papua. Sejak kecil, Claudia berlatih di Young Warrior FA Tangerang sebelum melanjutkan ke Hamburger SV U-17 di Jerman, lalu kini menapaki karier profesional di Belanda.
Statistiknya di Timnas Putri terbilang impresif. Claudia menjalani debut senior pada usia 13 tahun 349 hari saat Kualifikasi Olimpiade 2024 Zona Asia, menjadikannya pemain putri termuda Indonesia.
Ia mencatat enam gol dalam 14 penampilan bersama timnas senior, termasuk dua gol ke gawang Singapura pada laga uji coba Mei 2024, satu gol ke gawang Bahrain, dan beberapa gol di Piala AFF Women’s Cup 2024. Di level junior, ia menjadi top skor dan pemain terbaik Piala AFF U-19 Putri 2023 dengan lima gol.
Meski tengah menuai prestasi, Claudia dipastikan absen membela Timnas Putri di Piala AFF Wanita 2025. Turnamen itu tidak masuk kalender resmi FIFA, sehingga FC Utrecht tidak berkewajiban melepasnya.
Absennya Claudia jelas membuat lini serang Garuda Pertiwi kehilangan salah satu mesin gol andalan. Namun, kondisi ini memberi kesempatan bagi pemain lain seperti Reva Oktaviani, Isa Warps, hingga Shalika Aurelia yang diplot di posisi gelandang untuk unjuk gigi.
Dengan darah sepak bola yang mengalir deras dari keluarganya, ketajaman insting mencetak gol, dan pengalaman berharga di Eropa, Claudia Scheunemann kini menjadi simbol harapan baru sepak bola wanita Indonesia.
Perjalanannya di FC Utrecht bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga langkah besar menuju masa depan gemilang Garuda Pertiwi. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta