LAMONGAN, Radarlamongan.co - Agung Setiyawan menikmati liburan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di Desa Wajik, Kecamatan Lamongan.
Terakhir, Agung bertugas memimpin laga Liga 1 antara Dewa United menjamu Semen Padang di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (5/3). Laga tersebut berkesudahan dengan kemenangan Dewa United enam gol tanpa balas.
Ada cerita unik dengan perjuangan luar biasa dari kisah Agung, hingga akhirnya bisa dipercaya sebagai wasit di kompetisi Liga 1.
Awalnya, pria dengan potongan cepak ini merupakan pemain sepak bola. Namun, kompetitifnya persaingan, membuatnya harus mengubur mimpi menjadi pemain sepak bola profesional.
Namun kecintaannya terhadap sepak bola tidak luntur. Rejekinya justru diperwasitan. Memulai karir wasit dengan lisensi C3 pada Tahun 2014. Perlahan tapi pasti, lisensi C2 didapatkannya pada Tahun 2016, hingga memiliki lisensi C1 pada Tahun 2019.
Pengalaman tersebut makin mendewasakannya. Tahun 2019, Agung bertugas dalam laga Elite Pro Academy (EPA).
Selanjutnya Tahun 2021 memimpin laga Liga 3 nasional, dan Tahun 2022 memimpin laga Liga 2. Musim ini, dia mengikuti seleksi dan lolos menjadi wasit Liga 1.
‘’Saya hampir tiga bulan mempersiapkan fisik sebelum tes,’’ terang wasit berusia 33 tahun ini.
Sebagai wasit profesional, Agung dituntut memiliki kebugaran yang prima, serta memahami seluruh aturan dalam sepak bola.
Dia sering menonton tayangan ulang video, untuk menganalisa pelanggaran selama pertandingan. Suka duka dirasakannya.
Salah satu kejadian yang tak terlupakan saat Agung menjadi incaran amukan suporter, saat memimpin laga Liga 2 di Deliserdang musim 2022/2023. Untungnya dia berhasil dievakuasi pihak keamanan.
‘’kalau nervous pasti, tapi bagai mana cara mengatasi hingga menjadikan percaya diri,’’ ucap Agung.
Agung saat ini berstatus PPPK dan bertugas mengajar di SMPN 1 Lamongan. Dia merasa beruntung karena laga Liga 1 mayoritas digelar di akhir pekan.
Sehingga, Agung tidak kesulitan mengatur waktu antara menjadi wasit dan pengajar.
‘’Saya pernah selesai pulang dari mimpin pertandingan Liga 1, sampai di Lamongan langsung mengajar,’’ ujarnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta