Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Agam Haris, Pelatih Indonesia Pertama di Liga Arab Saudi Asal Kecamatan Sugio, Lamongan, Kontraknya Berakhir Maret

Arya Nata Kesuma • Minggu, 31 Desember 2023 | 17:05 WIB
DARI SUGIO BERKARIR DI LUAR NEGERI: Agam Haris berfoto di markas Al Wehda Putri, klub yang bermain di Liga  Arab Saudi. (AGAM HARIS FOR JAWA POS RADAR LAMONGAN)
DARI SUGIO BERKARIR DI LUAR NEGERI: Agam Haris berfoto di markas Al Wehda Putri, klub yang bermain di Liga Arab Saudi. (AGAM HARIS FOR JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Cedera lutut dialami Agam Haris pada 2012. Cedera itu menghancurkan impiannya menjadi pesepak bola. Dia kemudian memutuskan meniti jalan karir kepelatihan. Lulusan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa Surabaya ini mengambil kursus lisensi kepelatihan  D nasional (2014). Jenjang kepelatihan yang diikutinya terus meningkat. Lisensi C Asian Football Confederation (AFC) diperolehnya pada 2018. Selanjutnya, kursus lisensi B Diploma PSSI (2020), dan terakhir A Diploma atau setara A AFC (2022).

Setelah kursus lisensi A Diploma, datang tawaran dari Eduard Ivakdalam yang saat itu melatih Persewar Waropen. Agam Haris ditawari menjadi asisten pelatih.

‘’Dua musim bersama tim Persewar. Namun pada musim kedua kontrak belum selesai, saya dapat tawaran melatih di tim Arab Saudi. Alhamdulillah manajemen Persewar memberikan izin saya untuk karir ke luar negeri,’’ ungkap pria asal Dusun Singgang, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio ini.

Kepergiannya ke Liga Arab itu menjadi sejarah baru bagi dunia kepelatihan di Indonesia. Agam Haris mencatatkan diri sebagai pelatih Indonesia pertama di Liga Arab Saudi dengan posisi asisten pelatih di klub Al Wehda. Dia juga menjadi pelatih kepala kelompok usia 16-18 di Jedda Pro Football Academy.

‘’Setelah melatih sekitar dua minggu, saya mendapatkan promosi sebagai technical directur dan merangkap sebagai asisten pelatih di tim Al Wehda womens,’’ ujar lulusan S2 Ilmu Kesehatan Olahraga Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga Surabaya itu.

Menjadi pelatih di luar negeri merupakan tantangan sendiri. Khususnya terkait komunikasi. Pelatih asal Kecamatan Sugio, Lamongan itu belum terlalu mahir berbahasa Arab. Sementara tidak semua pemain bisa berbahasa Inggris. ‘’Selama ini ketika saya bicara bahasa Inggris, ada teman saya pelatih membantu menerjemahkan ke bahasa Arab. Saat ini saya berusaha berlajar bahasa Arab,’’ katanya.

Menurut Agam Haris, Liga Arab saat ini menjadi sorotan dunia. Hal itu seiring kepindahan pemain-pemain hebat dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Karim Benzema, dan Sadio Mane. Teknologi VAR diterapkan pada kompetisi sepak bola profesional tersebut.

Selain itu, kompetisi berjalan terstruktur secara baik, mulai usia dini, sepak bola wanita hingga Liga Arab. ‘’Semoga kompetisi sepak bola di Indonesia bisa berjalan dengan baik, profesional dan terstruktur,’’ harap pelatih berusia 30 tahun itu.

Kontrak Agam Haris selesai Maret 2024. Dia belum tahu jalan hidupnya berikutnya bakal ke mana. Agam Haris hanya ingin berusaha bekerja secara profesional dimanapun dirinya melatih. Dia juga tidak akan pernah berhenti belajar meng-upgrade keilmuan tentang kepelatihan sepak bola.

Apa tidak ingin melatih di Persela? ‘’Pernah mendapat tawaran dari Mas Fariz, presiden klub Persela, tapi pada saat itu saya sudah lebih dulu dapat tawaran dan dikontrak oleh tim Persewar Waropen,’’ ujar alumni SMA Negeri 1 Kedungpring ini. (sip/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#Persewar Waropen #sugio #jeddah #Eduard Ivakdalam #Al Wehda #lamongan #unesa #persela #agam haris #Liga Arab #bahasa arab