Debit Air Waduk Gondang Menyusut 5,3 Juta Meter Kubik, Bulan Depan Lakukan Pengerukan

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:13 WIB
Bupati Yes saat meninjau pemasang alat dredging di Waduk Gondang, Senin (20/7). (DOK. HUMAS KOMINFO/RADAR LAMONGAN)
Bupati Yes saat meninjau pemasang alat dredging di Waduk Gondang, Senin (20/7). (DOK. HUMAS KOMINFO/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Pemkab Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan segera melakukan pengerukan sedimentasi menggunakan metode dredging (metode penggalian material seperti lumpur, pasir, dan batuan dari dasar perairan) di Waduk Gondang Sugio, yang bakal dilaksanakan bulan depan.

Pengerukan ini bertujuan untuk memaksimalkan daya tampung waduk, untuk memenuhi kebutuhan perairan petani.

Baca Juga: Perenang Junior Lamongan Ikuti Kejurprov di Malang 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan kapasitas waduk Gondang. Volume awal waduk Gondang ialah 25 juta meter kubik.

Namun saat ini volume waduk hanya sekitar 19,7 juta meter kubik. Artinya terdapat penyusutan sekitar 5,3 juta meter kubik air.

Karena berkurangnya kapasitas waduk Gondang sangat berpengaruh pada pemaksimalan irigasi pertanian.

Karena waduk Gondang ini mengaliri 10 ribu hektare areal sawah di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan.

‘’Pemkab Lamongan bersama BBWS segera mulai pengerukan sedimen ‘’Semoga pengerukan ini berjalan lancer, sehingga pertanian di lima kecamatan khususnya dapat tercukupi kebutuhan airnya, sebab pertanian merupakan salah satu potensi unggulan Lamongan,” tutur Bupati Yes saat meninjau pemasang alat dredging, Senin (20/7).

Baca Juga: Dapat Sejumlah Catatan dari Operator Kompetisi, Disbudporapar Lamongan Segera Lengkapi Kekurangan Stadion Surajaya

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menjelaskan, pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang merupakan agenda pemeliharaan rutin oleh Pemkab Lamongan.

Namun metode dredging baru pertama dilaksanakan. ‘’Pemeliharaan akan terus dilakukan, sambil melihat keefektifan metode ini. Karena pengembalian volume Waduk Gondang tentu membutuhkan pemeliharaan beberapa kali,” jelasnya.

Ketua Petani Pemakai Air (HIPPA) daerah irigasi waduk Gondang Ramijo mengaku senang dengan pengerukan Waduk Gondang.

Karena dapat memaksimalkan distribusi air ke lahan pertanian warga, untuk menunjang keberhasilan musim tanam (MT) I hingga III.

Dengan adanya pengerukan ini, harapannya bisa menambah volume air. Sehingga kebutuhan air pertanian cukup.

‘’Sebab jika air di Waduk Gondang kurang, petani harus mengambil dari Bengawan Jero yang mana membutuhkan biaya operasional tinggi,’’ pungkasnya. (rka/ind)

Editor : Indra Gunawan
Waduk Gondang lamongan