LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Sebanyak 2.057 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Alun-Alun Lamongan, Kamis (18/6).
Ribuan personel tersebut apel bersama di alun-alun setempat dipimpin jajaran Forkopimda Lamongan.
Tim gabungan tersebut terdiri atas unsur Polres Lamongan, BKO Satbrimob Polda Jatim, Ditsamapta Polda Jatim, Kodim 0812 Lamongan, Satpol PP, Dishub, serta Pamter dan Koordinator Lapangan (Korlap) PSHT.
Baca Juga: Jadi Penggembira Pengesahan Pesilat, 12 Remaja Diamankan di Tugu Perbatasan Lamongan - Gresik
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, pengesahan warga baru merupakan agenda penting dan sakral bagi organisasi.
Meski begitu, seluruh pihak wajib memastikan kegiatan tersebut berlangsung aman dan tertib.
"Jangan sampai dicederai oleh tindakan-tindakan yang melanggar hukum," tegas bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Baca Juga: Pendaftaran SPMB Jalur Afirmasi SMA/SMK Negeri Lamongan Ditutup Nanti Malam
Senada, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami tidak akan ragu menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi. Siapa pun pelakunya, dari pihak mana pun, tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi," ujar Arif penuh sanksi tegas.
Arif juga menekankan bahwa polisi melarang keras adanya konvoi maupun arak-arakan di jalanan karena berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Seluruh personel di lapangan diinstruksikan bertindak profesional dan menjaga netralitas.
"Saya tegaskan, kami berdiri di tengah dan netral. Tidak ada ampun bagi oknum massa perguruan silat maupun masyarakat yang nekat konvoi karena mengganggu kenyamanan warga," imbuhnya.
Langkah antisipasi dini juga disiapkan. Kapolres menegaskan, massa dari luar Lamongan dilarang keras menghadiri kegiatan pengesahan tersebut.
Jika ditemukan rombongan dari luar daerah nekat masuk, petugas akan langsung melakukan penyekatan di wilayah perbatasan. Petugas dipastikan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai aturan.
Arif meminta Ketua PSHT, Pamter, dan para koordinator lapangan turut aktif mengendalikan serta mengingatkan anggotanya. Mereka wajib menjaga ketertiban dan nama baik organisasi.
Sebab, keberhasilan pengamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan seluruh elemen organisasi.
"Ini bentuk komitmen kami untuk terus Jogo Lamongan demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat," terangnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan