radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pemkab Lamongan terus berusaha mengusulkan bantuan palang pintu ke Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) maupun Dinas Perhubungan Pemprov Jatim.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan, tahun ini tidak ada pemasangan palang pintu baru.
Hanya ada pergeseran palang pintu di lima titik. Palang pintu yang sebelumnya hanya berpenjaga, sekarang diberikan palang pintu. Lima titik tersebut, perlintasan wilayah Sukodadi hingga Babat.
“Palang pintu ini pergeseran dari titik yang sudah dibantu provinsi, sehingga bisa dimanfaatkan titik lain yang membutuhkan,” jelasnya.
Menurut dia, jumlah titik yang sudah terpasang palang pintu total 48 lokasi dari 50 lokasi yang direkomendasikan.
Dua titik lagi masih diusulkan ke BTP dan provinsi untuk mendapatkan bantuan palang pintu dan pos jaga.
Baca Juga: Bupati Yes salurkan Bantuan Alsintan, Amankan Lumbung Pangan Lamongan Dari Perubahan Musim Ekstrem
Dianto mengatakan, bantuan provinsi biasanya lebih lengkap karena ada pos jaganya.
Pemerintah berusaha mengusulkan dua titik yang masih urgen karena palang pintunya masih manual. Harapannya bisa mendapatkan tambahan bantuan sehingga keamanan dan keselamatan pengendara lebih terjamin.
Dianto menuturkan, perlintasan sebenarnya sudah ada palang pintu semua. Namun, perlu pos penjagaan agar lebih nyaman.
Kemudian untuk semua palang pintu juga sudah dilengkapi early warning system, sehingga jadwal kereta otomatis bisa terdata.
Harapannya pengendara tetap waspada dan berhati-hati karena intensitas kereta lebih padat dengan adanya double track. Meski sudah berpenjaga harus tetap waspada.
“Kita tetap waspada, untuk menurunkan risiko kecelakaan kereta,” tuturnya. (rka)
Editor : Arya Nata Kesuma