Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Lima Titik Perlintasan Kereta Api Wilayah Sukodadi Hingga Babat Mendapatkan Pergeseran Palang Pintu

Rika Ratmawati • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:39 WIB
Grafis palang pintu perlintasan KA di Kabupaten Lamongan. (Google gemini)
Grafis palang pintu perlintasan KA di Kabupaten Lamongan. (Google gemini)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pemkab Lamongan terus berusaha mengusulkan bantuan palang pintu ke Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) maupun Dinas Perhubungan Pemprov Jatim.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan, tahun ini tidak ada pemasangan palang pintu baru. 

Hanya ada pergeseran palang pintu di lima titik. Palang pintu yang sebelumnya hanya berpenjaga, sekarang diberikan palang pintu. Lima titik tersebut, perlintasan wilayah Sukodadi hingga Babat. 

Baca Juga: Palang Pintu Perlintasan Kereta Api di Desa Deket Kulon Mengalami Kerusakan Mesin, Malam Hari Ditutup

“Palang pintu ini pergeseran dari titik yang sudah dibantu provinsi, sehingga bisa dimanfaatkan titik lain yang membutuhkan,” jelasnya. 

Menurut dia, jumlah titik yang sudah terpasang palang pintu total 48 lokasi dari 50 lokasi yang direkomendasikan.

Dua titik lagi masih diusulkan ke BTP dan provinsi untuk mendapatkan bantuan palang pintu dan pos jaga. 

Baca Juga: Bupati Yes salurkan Bantuan Alsintan, Amankan Lumbung Pangan Lamongan Dari Perubahan Musim Ekstrem

Dianto mengatakan, bantuan provinsi biasanya lebih lengkap karena ada pos jaganya.

Pemerintah berusaha mengusulkan dua titik yang masih urgen karena palang pintunya masih manual. Harapannya bisa mendapatkan tambahan bantuan sehingga keamanan dan keselamatan pengendara lebih terjamin. 

Dianto menuturkan, perlintasan sebenarnya sudah ada palang pintu semua. Namun, perlu pos penjagaan agar lebih nyaman.

Kemudian untuk semua palang pintu juga sudah dilengkapi early warning system, sehingga jadwal kereta otomatis bisa terdata.

Harapannya pengendara tetap waspada dan berhati-hati karena intensitas kereta lebih padat dengan adanya double track. Meski sudah berpenjaga harus tetap waspada.

“Kita tetap waspada, untuk menurunkan risiko kecelakaan kereta,” tuturnya. (rka) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#balai teknik perkeretaapian (BTP) #perlintasan kereta api #dishub jatim #palang pintu #Pemkab Lamongan