LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mendampingi Wamentan RI, Sudaryono dan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy melakukan tanam padi di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Sabtu (30/5).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak Menteri dan Bapak Wamen ke Kabupaten Lamongan, sehingga bisa menjadi motivasi dan dukungan tersendiri untuk petani Lamongan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus berusaha untuk menjaga ketahanan pangan dan menjadi kabupaten dengan produksi tertinggi.
Baca Juga: Hari Ini Terakhir SPMB SMPN Jalur Prestasi di Lamongan
Meski tidak memiliki lahan yang luas, namun Lamongan punya luas panen yang tertinggi. Masyarakat Lamongan punya karakter tangguh dan megilan.
Hal itu terbukti dengan capaian luas tambah tanam yang bisa melebihi target dan produktivitas naik menjadi 7,3 ton.
Petani juga untung karena produktivitas naik dan harga tinggi. Realisasi luas tanam hari ini 38 persen dari target 233 ribu hektare.
Support dari pemerintah pusat maupun provinsi yang tinggi menjadi motivasi bersama. Bantuan yang diberikan bisa meringankan petani.
Baca Juga: Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Lamongan Fokus Rawat Trotoar dan Drainase
Bupati Yes mengaku terus mematangkan strategi dalam menghadapi perubahan iklim, memaksimalkan saluran irigasi, serta memanfaatkan bantuan pompa dan irigasi perpipaan dengan baik.
Kemudian normalisasi saluran irigasi juga terus dilakukan, bahkan tahun lalu juga mendapatkan Inpres irigasi yang manfaatnya bisa dirasakan tahun ini.
Kemudian pemerintah berusaha memperbaiki pola tanam menggunakan bibit yang baik, dan mekanisasi pertanian untuk bertransformasi menggunakan teknologi modern.
''Semoga Pertanian Lamongan terus mantap, menjadi daerah swasembada pangan, lumbung pangan provinsi bahkan nasional, seperti yang diharapkan presiden dalam asta cita," terang Bupati Yes.
Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menuturkan, ini merupakan rangkaian agenda Jawa Timur (Jatim), secara massal serentak tanam padi.
Dan Kabupaten Lamongan ini kabupaten dengan produktivitas padi tertinggi di Jatim. Serta Provinsi Jatim ini tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia.
Laporan Pak Bupati, lanjut dia, produksi meningkat, pupuk lancar, harga didiskon, hasil panen lebih baik, dan luas panennya bertambah. Tahun lalu target 192 hektare terealisasi dan sekarang 223 ribu hektare.
"Semoga tercapai, dan kunci dari pertanian, untuk panen lebih banyak tanam harus banyak. Dan semua harus dipenuhi air irigasi, pupuk, mesin, dan alat pertanian memadai," tuturnya.
Menurut Wamen, menanam lebih banyak dan panen lebih banyak. Dan untuk menghadapi elnino, cadangan beras baik di Bulog maupun yang standing crop total 28 juta tahan selama 11 bulan.
Elnino diprediksi maksimal 6 bulan, guna mendukung pangan cukup meski paling buruk.
''Menghadapi elnino, cadangan beras kita aman dan sudah dilakukan modernisasi pertanian juga sebagai persiapan," terangnya.
Menteri PPN atau Kepala Bapennas mengucapkan terima kasih kepada penyuluh dan petani.
Sekarang para petani sedang menikmati harga yang bagus, dan ini tidak dinikmati petani di negara lain.
Dia meminta petani ikuti arahan Presiden, ikuti arahan Menteri Pertanian, perencanaan yang baik harus dilaksanakan sebaik -baiknya.
Kedatangannya ini untuk memastikan petani makmur. Selanjutnya ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi.
Baca Juga: Mess Persela Lamongan Mulai Direnovasi, Bakal Lengkapi Ruang Khusus Pelatih
Dia melihat di Lamongan mulai tanam padi, pemupukan, dan pengolahan sudah menggunakan teknologi yang modern dengan harapan bisa menguntungkan petani.
"Semoga apa yang ditanam hari ini bisa memanen dengan produktivitas y ang tinggi," ucapnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan