LAMONGAN, Radar Lamongan – Realisasi investasi di Kabupaten Lamongan pada triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 542,7 miliar.
Kepala Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamongan Dina Ariyani menyampaikan, target penanaman modal asing (PMA) tahun ini sebesar Rp 409.095.420.939.
Baca Juga: 45 Disabilitas Terserap pada Sejumlah Perusahaan di Kabupaten Lamongan
Hingga periode Januari-Maret 2026, realisasi PMA mencapai Rp 65.964.074.104 atau 16,25 persen.
Sementara itu, target penanaman modal dalam negeri (PMDN) tahun ini sebesar Rp 2.170.400.639.382.
Pada triwulan pertama, realisasi PMDN mencapai Rp 476.782.957.151 atau 22,13 persen.
Dina menjelaskan, sejumlah strategi disiapkan DPMPTSP Lamongan sepanjang tahun ini.
Diantaranya melalui program pengembangan iklim penanaman modal, dengan penyusunan peta potensi investasi Kabupaten Lamongan dan promosi investasi.
Baca Juga: Redmi Watch 6 Mulai Masuk Pasar Global, Usung Layar AMOLED dan Daya Tahan Baterai 24 Hari
Pada sektor pelayanan, pihaknya juga melakukan pendampingan dan konsultasi, monitoring penyelesaian perizinan, hingga optimalisasi penanganan pengaduan masyarakat.
Tidak hanya itu, penguatan kompetensi pelayanan prima dan digitalisasi arsip perizinan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
‘’Program pengelolaan data dan sistem informasi penanaman modal,’’ ucapnya.
Menurut Dina, kemudahan perizinan dilakukan melalui penerapan sistem OSS berbasis elektronik, yang terintegrasi untuk mempercepat penerbitan nomor induk berusaha (NIB) dan izin usaha.
Dina menyatakan, pihaknya juga menyediakan layanan pendampingan bagi pelaku usaha UMK maupun non-UMK dalam pengisian data OSS. Selain itu, penerbitan perizinan berbasis .
‘’Aktif memberikan edukasi dan sosisalisasi mengenai aturan perizinan terbaru, agar pelaku usaha memtahui standar yang berlaku,’’ katanya.
Baca Juga: Setelah Bangun Taman Air Mancur, Bakal Benahi Saluran Drainase Kawasan Gajah Mada Lamongan
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Lamongan Ahmad berharap masuknya investor mampu memberikan dampak positif bagi daerah.
Salah satunya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). ‘’Bagaimana investor masuk bisa mendongkrak PAD kedepan,” katanya.
Dia juga berharap keberadaan investor mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.
Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari perusahaan di Lamongan diharapkan lebih dirasakan masyarakat.
‘’Semua stakeholder sama-sama memberikan masukan, saling mengoreksi, sehingga keberadaan investor berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” katanya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan