Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Berikut Daftar Negara Jujukan Favorit Pekerja Migran Indonesia Asal Kabupaten Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Rabu, 25 Maret 2026 | 20:01 WIB

Awal tahun ini sebanyak 62 warga Lamongan mengadu peruntungan di luar negeri.
Awal tahun ini sebanyak 62 warga Lamongan mengadu peruntungan di luar negeri.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Antusiasme warga yang ingin mengadu peruntungan di luar negeri cukup tinggi.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan mencatat, sebanyak 62 warga menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) mulai Januari-Februari 2026.

Kepala Disnaker Lamongan M Zamroni mengatakan, sebanyak 62 PMI tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Lamongan.

‘’PMI yang berangkat antara Januari-Februari dari 16 kecamatan. Terbanyak dari Kecamatan Sugio yakni sekitar 28 orang,” terang Zamroni.

Baca Juga: Sebelas Laporan Kejadian Kebakaran di Lingkup Satpol PP Lamongan

Dia mengatakan, pengurusan parpor seluruh PMI asal Sugio ditangani secara koletif oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Rerata tujuannya sektor konstruksi di Malaysia. Menurut dia, permintaan tenaga kerja meningkat seiring adanya proyek pengembangan bandara di negara tersebut.

‘’Sebagian besar bekerja di bidang konstruksi. Selain itu juga ada yang bekerja di sektor industri hingga bidang kesehatan,” jelasnya.

Tahun lalu, negara tujuan terbanyak ke Taiwan. Namun, diakui Zamroni, saat ini Malaysia kembali menjadi negara tujuan utama PMI asal Lamongan.

Baca Juga: Menangkap Selera Singapura dengan Kearifan Lokal Lamongan

Hal itu karena jalur penempatan tenaga kerja ke Malaysia sudah kembali dibuka, sehingga pekerja Indonesia bisa masuk secara resmi.

‘’Kalau sekarang ini Malaysia dominannya, karena sudah dibuka jalur tenaga kerja migran Indonesia,’’ ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi melalui P3MI.

Dengan cara tersebut, calon pekerja dapat mengetahui secara jelas tempat dan jenis pekerjaan yang akan dijalani.

‘’Saya minta calon pekerja migran menggunakan jalur resmi melalui P3MI. Jangan sampai lewat jalur nonprosedural atau illegal, karena berisiko terjadi penelantaran atau sebagainnya,” tutur Zamroni.

Selain itu, calon PMI juga perlu menyiapkan dokumen penting seperti paspor dengan visa kerja resmi, bukan visa kunjungan.

Baca Juga: Sebanyak 383 Istri di Lamongan Gugat Cerai Suaminya, Ini Lima Faktor Tertinggi Pemicunya

Sebelum berangkat, mereka juga disarankan mengikuti pelatihan yang telah disiapkan oleh perusahaan penempatan.

Menurut Zamroni, keberadaan PMI memberikan kontribusi besar bagi perekonomian keluarga sekaligus menjadi penyumbang devisa negara.

Karena itu, dia berharap, para pekerja migran dapat menjaga diri serta membawa nama baik daerah.

‘’Kami berharap di sana bisa menjaga diri dan nama baik Lamongan. Selama ini pekerja migran dari Lamongan dikenal sangat luar biasa besar di negara tetangga,” ujarnya. ‘’Bahkan juga titik sentral yakni di Taiwan dan Hongkong yang jadi primadona calon PMI asal Lamongan,’’ imbuhnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#pekerja migran Indonesia (PMI) #disnaker lamongan