LAMONGAN, Radar Lamongan - Puluhan stan nasi boran menyiapkan menu khas Lamongan di sepanjang jalan masjid Agung Lamongan, kemarin (15/3).
Menu dengan sambal yang ditaburkan dan tambahan ikan sili khas Lamongan ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari Kementrian Kebudayaan RI.
Wujud syukur ini diluapkan dengan melaksanakan buka bersama nasi boran agung sebanyak 1.447 bungkus yang bisa dinikmati masyarakat yang datang.
Baca Juga: Kejar Target Mudik, Dinas Bina Marga Lamongan Kebut Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan
Bupati Lamongan bersama istri dan Wakil Bupati Lamongan berkeliling stan untuk melihat menu yang sudah disiapkan.
Sebagai wujud syukur atas ditetapkannya nasi boran sebagai warisan budaya tak benda sebagai penguat identitas daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Moh. Nalikan, mengaku, menjelang akhir Ramadan, sebagai nadhar karena penetapan nasi boran sebagai warisan tak benda oleh Kementrian Kebudayaan RI.
Baca Juga: Coach Bima Bakal Beri Sanksi Pemain Persela yang Berat Badannya Naik Usai Libur Lebaran
Serta bagian dari ikhtiar dan sebagai uri-uri budaya, agar anak-anak bisa mengenal dan mencintai nasi boran.
"Alhamdulillah, Pemkab Lamongan bisa melaksanakan nadhar dan menyediakan 1.447 bungkus nasi boran untuk warga Lamongan," ujar Sekda Lamongan itu.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, selain menunggu pengajian gus Iqdam, warga yang hadir juga bisa menikmati nasi boran.
Karena sudah disiapkan oleh panitia, sebagai rasa syukur karena nasi boran ditetapkan sebagai warisan tak benda. Selain soto dan wingko juga nasi boran yang menjadi warisan masyarakat Lamongan.
"Semoga manfaat dan barokah, antre dengan tertib, setelah itu kita ngaji bersama," tutur Bupati Yes. (rka)