Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Berhenti Jadi Korban FOMO, Berikut 5 Strategi Menolak Undangan Bukber Tanpa Merusak Pertemanan

Redaksi • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:32 WIB

Di era sekarang banyak yang mengikuti tren karena FOMO.
Di era sekarang banyak yang mengikuti tren karena FOMO.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Menolak suatu undangan bagi sebagian orang seringkali terasa lebih berat dibandingkan saat kita menghadirinya.

Ketika bulan Ramadan beberapa orang cenderung akan merasa jadwal di kalendernya penuh.

Buka bersama dengan alumni SD, teman kantor, hingga sahabat komunitas. Di satu sisi, ajakan berkumpul semacam ini sebagai ajang silaturahmi.

Namun, di sisi lain jika semua undangan untuk buka bersama diiyakan dompet bisa tipis perlahan, jam istirahat ditelan kemacetan, bahkan pusing outfit yang akan dikenakan.

Fenomena yang sering disebut FOMO (Fear of Missing Out) membuat sebagian orang sulit untuk berkata “tidak”.

Padahal, menolak suatu undangan bukan suatu tanda permusuhan. Bagi kalian yang pusing bagaimana menolak undangan, bisa menyimak life hacks sederhana berikut untuk menolak undangan tanpa merusak pertemanan

1. Gunakan teknik sandwich (roti lapis)

Cara komunikasi yang diibaratkan dengan roti lapis ini diprediksi ampuh untuk menyatakan penolakan dengan cara yang elegan.

Tipsnya adalah dengan menjepit penolakan dengan dua kalimat positif. Misalkan, “Wah, sepertinya buka bersama kali ini meriah dan bakalan seru. Tapi, maaf minggu ini aku perlu istirahat. Titip salam buat teman-teman, semoga acaranya lancar”

2. Utamakan jujur

Hindari membuat alasan yang tidak perlu, karena di era media sosial saat ini kebohongan kecil mudah terbongkar dengan cara yang sederhana.

Misalnya ketika kalian mengatakan sibuk, lalu tidak sengaja terlihat online di media sosial lainnya. Meskipun terasa berat, kejujuran jauh lebih dihargai.

3. Prioritaskan mana yang penting

Kalian harus berani memilih mana agenda yang benar-benar penting dan perlu diselesaikan terlebih dahulu.

Jika menghadiri bukber justru membuat melewatkan tarawih atau membuatmu kelelahan saat bekerja esok harinya, maka berkata "tidak" pilihan yang tepat.

4. Jangan Ghosting

Kesalahan bagi beberapa orang yang menolak ajakan adalah tidak memberikan jawaban (ghosting).

Orang yang mengundang butuh kepastian, jika keberatan hadir menolak dengan cepat jauh lebih baik dibandingkan mencari alasan tidak pasti.

5. Gunakan alasan keuangan yang masuk akal

Menolak undangan bukber demi menabung atau mempersiapkan uang untuk Lebaran adalah alasan yang tepat.

Sampaikan alasan jujur perihal finansial yang akan membuat orang lain akan merasa relate dan tidak akan memaksa.

Contoh kalimat penolakan seperti "Mohon maaf, kuota bukber minggu ini sudah penuh, harus persiapan untuk kebutuhan lebaran nanti."

Ramadan menjadi bulan yang menguras dompet bagi sebagian orang. Penolakan terhadap undangan buka bersama bukan berarti sombong atau antisosial.

Itu adalah tanda bahwa kalian memahami batasan energi dan finansial. Teman yang baik akan memahami bahwa setiap orang punya prioritas yang berbeda.

Jangan merasa bersalah jika tidak bisa menghadiri undangan, tolak dengan sopan dengan beberapa teknik sebelumnya agar pertemanan tetap terjaga. (mgg/ind)

Editor : Indra Gunawan
#fomo #buka bersama