LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Kementerian Haji dan Umrah RI masih mengimbau pada jemaah umrah agar menunda keberangkatan, mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas.
Meski begitu, warga Lamongan masih cukup banyak yang berangkat ke Tanah Suci bulan ini. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur mengatakan, bulan lalu jumlah yang berangkat sebanyak 846 jemaah umrah.
Sedangkan, lanjut dia, bulan ini tercatat sekitar 73 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci. Disinggung terkait jumlah jemaah umrah yang masih tertahan di Arab Saudi.
Baca Juga: Seri Baru Xiaomi 17 Bersaing di Kelas Flagship, Berikut Fitur, Performa, dan Harganya
Ghofur mengatakan, data detailnya diketahui oleh pihak travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
‘’Sementara, kami hanya memantau melalui sistem aplikasi,’’ imbuhnya.
Berdasarkan informasi terbaru, terang dia, mayoritas jemaah umrah yang sudah waktunya pulang ke Tanah Air tidak mengalami kendala. Mayoritas jemaah umrah menggunakan penerbangan langsung dari Jeddah menuju Tanah Air.
‘’Terutama dengan maskapai Garuda Indonesia, Saudia, maupun Lion Air,” katanya.
Meski begitu, Ghofur menegaskan bahwa imbauan penundaan keberangkatan bagi calon jemaah umrah masih tetap berlaku.
‘’Terkait kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini, kami tetap melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampaknya terhadap jemaah umrah, khususnya jemaah dari Lamongan,” ujarnya.
Baca Juga: KAUJE Korda Lamongan Tiada Henti Berbagi : Bagikan 300 Takjil Ludes Kurang dari 10 Menit
Lebih lanjut, dia menjelaskan, kebijakan penyelenggaraan umrah sebenarnya berada di tangan PPIU atau travel.
Sementara Kementerian Haji dan Umrah di daerah hanya berperan dalam pembinaan dan pengawasan.
Namun, pemerintah pusat telah menyepakati sejumlah langkah strategis. Beberapa diantaranya adalah pembentukan pusat koordinasi terpadu yang melibatkan instansi terkait.
Selain itu, seluruh pemangku kepentingan juga berkomitmen melakukan pertukaran data dan pembaruan informasi terkait perjalanan umrah.
‘’Bagi travel yang tetap memberangkatkan jemaah karena sudah terikat kontrak layanan, wajib menjamin keselamatan hingga kembali ke Indonesia. Serta memberikan edukasi terkait kondisi terkini di kawasan Timur Tengah,” tegasnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan