Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Pemkab Lamongan Percepat Luas Tambah Tanam 2026, Mulai Laksanakan Gerakan Tanam MT 2

Redaksi • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:31 WIB

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) bersama petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) bersama petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Dalam rangka percepatan luas tambah tanam (LTT) Tahun 2026, Pemkab Lamongan gencar mengajak petani dan kelompok tani (Poktan) untuk segera melaksanakan tanam padi pada musim tanam kedua (MT2) setelah panen dilakukan.

Hal ini disampaikan Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek saat melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) padi bersama petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, kemarin (5/3).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Yuris Tiyanto.

Baca Juga: Penganiaya Tetangga di Kecamatan Pucuk Divonis Sembilan Bulan

Bupati Yes menjelaskan, tahun lalu Kabupaten Lamongan berhasil melampaui target LTT pusat dari 192.373 hektare (ha) yang terealisasi 193.786 ha, dengan luas tanam baku sawah yang dimiliki sebesar 95 ribu ha.

Selain itu, Lamongan juga semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional, dengan berhasil mencapai produksi padi sebanyak 1.335.099 ton. Jumlah tersebut terbesar di Jawa Timur.

‘’Karena tanamnya tidak sekali saja, tapi berkali-kali. Selain itu yang membedakan juga adalah karakter orang Lamongan yang megilan, giat-giat panen.

Panennya belum selesai, sudah siap tanam lagi, tidak perlu menunggu besok, tidak perlu memikirkan BMKG, hujan atau tidak, pokoknya berusaha, yakin,’’ ungkap Bupati Yes.

Pemkab Lamongan terus mendukung percepatan pelaksanaan swasembada pangan, dengan memberikan bantuan-bantuan alat modern, pupuk, pengairan hingga ke daerah-daerah kering dengan mengupayakan adanya waduk-waduk desa maupun sumber-sumber yang bisa digunakan untuk tanam.

‘’Tahun ini oleh Pak Menteri ditarget lagi, ditambah lagi 233 ribu hektare, padahal sawahnya kita hanya 95 ribu,’’ ujarnya.

‘’Bismillah jangan khawatir pemerintah terus menjaga pupuk, menjaga harga, semoga tahun ini lebih baik lagi. Monggo yang belum tanam, segera dipercepat, tidak perlu menunggu tanamnya selesai, pokok langsung,’’ imbuhnya.

Baca Juga: Kurir Sabu-sabu Asal Brondong, Lamongan Divonis Lebih Ringan Satu Tahun dari Tuntutan JPU

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito memaparkan, saat ini di Lamongan pada musim tanam pertama Tahun 2026 telah dilakukan panen seluas 36.818 ha. 

 

Bupati Yes saat memberikan sosialisasi kepada petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu.
Bupati Yes saat memberikan sosialisasi kepada petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu.

Mengingat di tahun sebelumnya Lamongan berhasil melakukan panen hingga 4 kali dalam setahun.

Sehingga, pihaknya mengajak untuk mengantisipasi gangguan dengan pendampingan penyuluh dalam sterilisasi bibit dan lahan.

Baca Juga: Himpaudi Lamongan Gelar Aksi Sosial, Santuni 40 Anak Yatim dan Bagi-bagi 300 Takjil

‘’Proses perawatan kami tetap mendorong antisipasi berbagai gangguan, kami tetap mengutamakan menjaga ramah lingkungan, keseimbangan alam. Sepanjang bahan-bahan organik sekitar lingkungan ada, untuk mencegah lakukan itu dulu, yang bersifat kimia ini pilihan kedua,’’ ucapnya. (mer/ind)

Editor : Indra Gunawan
#luas tambah tanam #lamongan #pertanian