LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Ramadan belum genap separuh jalan, tapi geliat jasa penukaran uang pecahan baru mulai tampak di pusat Kota Soto.
Para penyedia jasa jemput bola lebih awal demi menggaet pelanggan setianya. Didit, salah seorang penyedia jasa penukaran uang mengaku sengaja menggelar lapaknya lebih dini untuk jemput bola.
Tujuannya bukan sekadar mengejar omzet instan, tapi untuk memberikan pengumuman kepada pelanggan lama maupun baru.
‘’Saya baru buka dua hari ini, Mas. Kondisinya memang masih sepi,’’ terang Didit.
Baca Juga: Takluk 0-1 dari PSS Sleman di Kandang, Persela Lamongan Belum Raih Kemenangan di Tiga Laga Beruntun
Menurutnya, saat ini stok uang baru masih tergolong lengkap karena permintaan masyarakat belum melonjak.
Rata-rata warga yang melintas hanya sekadar menoleh atau bertanya mengenai tarif jasa terbaru.
‘’Saat ini, untuk penukaran Rp 100 ribu, biaya jasanya masih Rp 20 ribu. Sama seperti tahun lalu,’’ jelasnya.
Didit memprediksi lonjakan permintaan baru akan terasa saat memasuki hari ke-20 Ramadan.
Momen tersebut bertepatan dengan cairnya gaji bulanan serta Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan.
Terkait tren pecahan yang diminati, Didit menyebut bahwa pecahan kecil tetap menjadi primadona sejak awal pembukaan.
‘’Paling banyak dicari itu pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu. Biasanya bukan buat simpanan, tapi langsung disiapkan masuk amplop untuk zakat atau angpau
Lebaran nanti," imbuhnya. Senada, Andi, penyedia jasa penukaran uang baru lainnya juga mengakui permintaan penukaran uang baru masih minim.
Dia memprediksi, nantinya ramai ketika THR sudah keluar hingga mendekati Lebaran.
‘’Untuk saat ini, saya membuka jasa penukaran Rp 100 ribu dengan jasa Rp 15 ribu,’’ terang Andi sembari menunjukkan tumpukan uang tunai baru. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan