LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Target kunjungan wisata di Kabupaten Lamongan Tahun 2025 belum tercapai. Dari target 4.390.025 wisatawan, hanya terealisasi 3.828.291 wisatawan. Kondisi tersebut menjadi evaluasi serius bagi pemangku kebijakan untuk mendongkrak capaian di tahun berikutnya.
Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan Ritta Hilalliyah mengatakan, target kunjungan tahun ini dipatok sebesar 4.390.192 wisatawan.
Dia berharap sektor pariwisata Lamongan tidak hanya ramai saat musim libur tertentu, seperti Lebaran dan akhir tahun. Namun pekerjaan rumahnya ialah bisa stabil sepanjang tahun.
‘’Sehingga target kunjungan di Tahun 2026 dapat tercapai dengan baik,’’ ucapnya. ‘’Kami juga berharap adanya multiplayer effect, dimana wisatawan tidak hanya mengunjungi objek wisata tapi juga bertransaksi di UMKM lokal, menggunakan transportasi daerah, dan juga menginap di akomodasi setempat,’’ sambungnya.
Untuk merealisasikan target tahun ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Meliputi peluncuran Kalender Event 2026, yang bertujuan memberikan kepastian informasi terkait waktu dan lokasi penyelenggaraan acara. Sehingga wisatawan dapat merencanakan kunjungan dengan lebih mudah.
Serta dilakukan kolaborasi lintas sektor. Sinergi dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pelaku usaha, pengelola wisata, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar koordinasi dan pelayanan di setiap titik destinasi tetap prima.
Selain itu, pemanfaatan aksesibilitas transportasi melalui layanan bus Trans Jatim koridor VII di Lamongan. ‘’Kehadiran layanan tersebut diharapkan memudahkan mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi. Keempat, promosi,’’ katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Lamongan Ali Mahfudl menilai, tidak terpenuhinya target kunjungan dipengaruhi ketatnya persaingan antar destinasi, terutama destinasi lokal di daerah sekitar.
‘’Supaya bisa memenuhi target, kita harus bisa bersaing dengan destinasi yang ada. Maka, kita berharap ada inovasi yang bisa membuat daya tarik masyarakat,” ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta