LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - DPRD Lamongan menyoroti belum tercapai target retribusi parkir selama Tahun 2025. Terutama pada parkir berlangganan, yang tahun lalu hanya terealisasi 83,6 persen dari target.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan Umar Buwang meminta, Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan bisa mengevaluasi agar nanti target pada tahun ini bisa tercapai.
‘’Harapan kami dari Komisi C kepada dinas untuk berar-benar menargetkan atau mengevaluasi. Jangan sampai apa yang menjadi target ini tidak tercapai, karena lemahnya fungsi pengawasan,’’ terangnya.
Buwang, sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya pernah melakukan tinjauan ke Semarang yakni telah menerapkan retribusi parkir menggunakan QRIS. Sehingga, ia berharap kedepan ada inovasi yang diterapkan OPD terkait.
‘’Untuk memenilisir kebocoran penyerapan sektor parkir,’’ ujarnya.
Senada, Anggota Komisi B DPRD Lamongan Muhammad Zahlul Kahel Iqbal juga mengusulkan adanya inovasi agar retribusi parkir bisa tercapai. Seperti melalui penerapan sistem e-parkir, guna memaksimalkan penerimaan retribusi sekaligus meminimalisasi kebocoran.
Menurut kahel, digitalisasi parkir dinilai mampu meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan retribusi. ‘’Harapan kami ada inovasi di sektor parkir, salah satunya menggunakan e-parkir. Dengan sistem ini diharapkan bisa mengurangi kebocoran penerimaan retribusi parkir,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Lamongan Dianto Hari Wibowo menjelaskan, capaian retribusi parkir tahun lalu hanya terealisasi 84,2 persen dari target. Realisasi keseluruhan Rp 7,8 miliar dari target Rp 9,2 miliar.
Rinciannya parkir berlangganan tercapai Rp 7,4 miliar dari target Rp 8,9 miliar. Sedangkan, retribusi parkir harian dari target Rp 305 juta terealisasi Rp 305.010.000. Sementara parkir khusus terminal teracapai sesuai target yakni Rp 32 juta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, target retribusi parkir tahun ini sebesar Rp 9,2 miliar. Rinciannya parkir berlangganan ditarget Rp 8,9 miliar dan parkir harian sebesar Rp 288 juta.
‘’Total target retribusi tahun ini Rp 9,2 miliar,’’ tuturnya. (sip/ind)