radarlamongan — jawaposradarlamongan - Kuota satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Lamongan sudah terpenuhi.
Saat ini, sudah ada 132 SPPG yang beroperasi.
Jumlah itu baru 80 persennya.
Kepala SPPG Lamongan Agustina Nurul Hardian, mengatakan, sisa 20 persennya dalam proses pembangunan dan belum operasional.
Jika dihitung, maka kuota di Lamongan mencapai 165 SPPG.
Menurut Agustina, setiap SPPG hanya melayani 2.500 — 3.000 siswa, tidak boleh lebih.
“Rata-rata masih di bawah 3 ribu supaya tetap mengutamakan kualitas dan gizi untuk penerima,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Lamongan.
Terkait beberapa SPPG di kabupaten/kota yang terpaksa berhenti operasi karena dana belum cair, Agustina memastikan Lamongan aman.
Menurut dia, meski ada beberapa SPPG yang dananya telat cair, untuk operasional masih jalan menggunakan sisa anggaran.
Beberapa SPPG yang belum bisa mencairkan dinilai karena proposalnya harus direvisi.
Kemungkinan minggu depan sudah bisa dicairkan.
Dia menilai pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) di Lamongan masih aman.
Agustina berharap seluruh SPPG berkomitmen dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemenuhan gizi anak sekolah dan balita.
Sampai sekarang, dia belum ada arahan untuk mengkover yang lansia.
“Belum ada (arahan MBG lansia). Jadi fokusnya yang sudah jalan untuk pelajar, ibu menyusui, dan balita,” terangngizi
Terkait dengan rencana penyaluran MBG di bulan puasa, Agustina mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari BGN.
Sehingga, belum tahu seperti apa pelaksanaan selama puasa nantinya.
Dia hanya menjelaskan penyaluran selama liburan semester sebelumnya.
Pengirimannya bahan makanan mentah agar bisa digunakan dalam beberapa hari. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma