LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Tinggi muka air (TMA) Kali Blawi elevasi +072 terpantau turun 5 centimeter (cm) di atas permukaan air laut, kemarin (25/1). Namun berdasarkan prediksi BMKG Juanda, masih berpotensi hujan sampai dengan bulan depan, dengan intensitas sedang di kawasan utara Jawa Timur.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Naim menjelaskan, sesuai prediksi masih akan terjadi hujan dan angin di sejumlah wilayah di Jatim.
Sehingga antisipasi dan kewaspadaan terus ditingkatkan, terutama pada potensi ancaman bencana hidrometeorologi.
Menurut dia, kemarin Pintu Kuro bisa dibuka karena ketinggian Bengawan Solo turun, yang membuat air bisa masuk bengawan dan diharapkan banjir segera surut.
Minggu lalu sejumlah lembaga di wilayah terdampak mulai dibersihkan. Harapannya minggu ini sudah bisa pembelajaran langsung di kelas. ‘’Selama banjir, masih ada pembelajaran tapi rata-rata tidak di kelas, menyesuaikan kondisi wilayah,’’ imbuhnya.
Naim mengatakan, elevasi Kuro masih naik turun karena menyesuaikan intensitas hujan. Namun upaya pembuangan melalui pompa terus dilakukan, dan pembersihan eceng gondok menggunakan mesin pencacah juga terus dimasifkan.
Naim berharap intensitas hujan terus menurun dan banjir segera surut. Karena jumlah wilayah yang terdampak cukup banyak. Banjir Bengawan Jero ini menyebabkan lima kecamatan terdampak dengan 4 ribu lebih permukiman warga terkena banjir.
Namun dipastikan warga masih bisa melakukan aktivitas, serta jika air tinggi pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakaian. ‘’Kita bantu logistik dan kebutuhan sarana transportasi, semoga semuanya aman,’’ ujarnya.
Naim mengaku pemerintah sudah berusaha menjangkau seluruh wilayah berdampak agar bisa terakses logistik. Kemudian untuk transportasi juga melibatkan banyak pihak, agar anak tetap bisa bersekolah dan masyarakat bisa bekerja. Namun untuk lahan pertanian maupun tambak yang terdampak masih belum bisa pulih karena air belum surut.
Perkembangan terbaru menunjukkan kondisi banjir di sejumlah wilayah mulai berangsur membaik seiring berkurangnya intensitas hujan dan optimalisasi pengelolaan sistem pengendalian air.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan proses surutnya banjir berjalan aman dan terkendali.
Sementara itu, Kadis Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kondisi banjir di sebagian besar wilayah terdampak menunjukkan tren penurunan.
“Untuk ketinggian rata-rata di hampir semua titik, air sudah turun sekitar 6–8 sentimeter. Bahkan di beberapa lokasi di Kecamatan Deket dan Kalitengah, khususnya di sekitar Desa Tukerto dan Desa Bojoasri, penurunan mencapai 9–10 sentimeter,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (26/1) siang.
Senada dengan Plt. Kalaksa BPBD Lamongan, ia menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh kombinasi cuaca yang mulai membaik serta optimalisasi pengelolaan pintu air dan pompa di sejumlah titik pengendalian banjir.
“Pompa di Kuro sudah tidak operasional karena pintu airnya sudah dibuka. Sementara tiga pompa di pintu air Melik masih aktif.” ungkapnya. (jar/rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta