radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan mendata 27 lembaga sekolah dasar (SD) masih terdampak banjir.
Kabid SD Disdik Lamongan, Waji, mengatakan, tidak semua pembelajaran dilakukan di kelas.
Beberapa SD memanfaatkan fasilitas umum termasuk masjid agar pembelajaran tetap berjalan.
Menurut dia, proses pembelajaran disesuaikan kondisi wilayah.
Termasuk, akses menuju sekolah.
Jika aksesnya berbahaya, maka pembelajaran bisa secara online.
“Jadi sekolah bisa menyesuaikan kondisi di wilayahnya, jika memungkinkan bisa tatap muka,” ujarnya.
Waji menjelaskan, berdasarkan laporan di lapangan, ada yang pembelajaran jarak jauh.
Siswa diberikan tugas karena kondisi akses rumahnya cukup berisiko.
Akses internet dinilai masih aman karena jaringan di wilayah terdampak sudah diantisipasi, tidak ada kabel yang di bawah.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Moch Naim, menjelaskan, data terbaru ada 92 lembaga pendidikan, jenjang PAUD, TK hingga SMA sederajat, yang terdampak banjir di Bengawan Jero, BPBD menyiapkan bantuan perahu karet bagi siswa yang akan berangkat sekolah.
“Semoga segera surut, wilayah barat sudah mulai turun dan sudah mulai dibersihkan kelasnya,” harapnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma