radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Status di papan duga Kali Blawi masih siaga merah.
Namun, ketinggian airnya mengalami penurunan.
Jika Jumat lalu berada pada 78 sentimeter (cm) di atas permukaan air lalut, maka Senin (19/1) angkanya 73 cm.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Naim, menjelaskan, banjir di wilayah Bengawan Jero masih belum surut. Ketinggian air sudah berangsur turun.
Menurut dia, pemerintah berkolaborasi dengan lintas sektor untuk menyediakan sarana transportasi di wilayah banjir.
Selain menyediakan perahu karet untuk transportasi siswa sekolah, juga kendaraan untuk membantu masyarakat yang akan pergi belanja.
“Kita upayakan juga dengan memberikan bantuan kebutuhan untuk warga yang terdampak,” jelasnya.
Intensitas hujan di Januari ini diprediksi masih tinggi.
Curah hujan yang tinggi dan merata mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah yang kondisinya cekung.
Berdasarkan data di lapangan, 4.986 unit rumah di 44 desa terdampak banjir di lima kecamatan.
Terbanyak, Kecamatan Turi (12 desa) dan Glagah (11 desa).
Naim menuturkan, saat ini pemanfaatan pembuangan melalui pompa terus dimasifkan.
Selain itu, memaksimalkan pembersihan enceng gondok yang menghambat arus air.
Dukungan logistik juga terus dilakukan. Dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan seluruh pelayanan yang disediakan, terutama fasilitas pelayanan kesehatan dan dukungan alat transportasi.
“Kami berusaha agar seluruh kegiatan tetap berjalan di tengah kondisi banjir,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma