Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Data Disnaker: 1.711 Pencaker di Lamongan, Mayoritas Lulusan S-1

Ahmad Asif Alafi • Kamis, 8 Januari 2026 | 21:10 WIB

 

Photo
Photo
LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Selama Tahun 2025, tercatat 1.711 pencari kerja (pencaker) yang membuat kartu AK-1 di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan. Rinciannya, 1.040 pencaker laki-laki dan 671 pencaker perempuan.

Dari jumlah tersebut, pencaker didominasi latar belakang pendidikan S-1 yang diikuti SMA/SMK. tercatat lulusan S-1 sebanyak 724 dan lulusan SMA/SMK sebanyak 683.

Kepala Disnaker Lamongan M. Zamroni mengatakan, kepemilikan kartu AK-1 menjadi syarat yang banyak diminta perusahaan dalam proses rekrutmen. 

“Banyak lowongan pekerjaan mewajibkan pencaker untuk menyertakan kartu pencaker yang diterbitkan oleh disnaker,” terang Zamroni, sapaan akrabnya.

Kartu pencaker bagi lulusan SMA dan SMK menunjukkan terbukanya peluang kerja sektor produksi dan industri padat karya di Lamongan. “Bahwa di Lamongan, kita mengharapkan perusahaan banyak di padat karya untuk penyerapan tenaga kerja di Lamongan,” ucapnya.

Namun terjadi peralihan background pendidikan. Biasanya terbanyak pemohon kartu AK-1 lulusan SMA/SMK, tapi saat ini justru didominasi lulusan S-1. Zamroni menjelaskan, hal itu dipicu oleh tingginya kebutuhan pekerjaan dan keinginan pencari kerja untuk memperoleh pengalaman. 

“Karena memang tingkat kebutuhan pekerjaan untuk usia pencaker sambil mencari pengalaman,” katanya.

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di sektor manajemen dinilai masih terbatas dibandingkan sektor produksi. Kondisi ini turut memengaruhi pilihan para pencaker. Zamroni mengatakan, jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Lamongan tahun lalu mengalami penurunan 0,05 poin, yakni dari 4,34 persen jadi 4,29 persen.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), terang dia, penurunan tersebut dipengaruhi pertumbuhan investasi dan berkembangnya perusahaan padat karya.

Selain itu, upaya penurunan pengangguran juga didukung melalui pelatihan kerja dan wirausaha mandiri. Tidak hanya melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan dilakukan secara kolaboratif dengan OPD lain. 

“Kita manfaatkan, semua ada program di masing-masing unit, paling tidak ada pelatihan di usia pencari kerja,” ujarnya.

Disnaker Lamongan mencatat, jumlah pencaker Tahun 2025 masih lebih tinggi dibandingkan Tahun 2024 sebanyak 1.955. Menurut Zamroni, hal itu dipengaruhi dinamika investasi.

Zamroni pun mengimbau para pencaker agar menyiapkan diri dengan keterampilan dan keahlian khusus sesuai bidang yang dituju. 

“Pencaker harus sudah disiap skill pekerjaan. Paling tidak memiliki keahlian khusus dipekerjaan yang dituju, sehingga sesuai kebutuhan dari pekerjaan yang dituju,” imbuhnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#pencari kerja #lamongan #sarjana