LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Pelunasan biaya haji reguler tahap pertama sudah selesai. Selanjutnya pelunasan tahap kedua dijadwalkan mulai dibuka Jumat (2/1) hingga Jumat (9/1).
Pelunasan tahap kedua diperuntukkan bagi CJH yang gagal pelunasan tahap pertama, pendamping CJH lanjut usia, CJH penyandang disabilitas dan pendampingnya, CJH terpisah dengan mahram atau keluarga, dan CJH urutan berikutnya atau cadangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan, pengajuan penggabungan CJH diperpanjang hingga Sabtu (27/12) lalu.
‘’Jumlah Kabupaten Lamongan yang sudah terverifikasi kemarin dan sudah diupload ke kanwil sekitar 195 jemaah penggabungan maupun pendampingan, yang berhak melakukan pelunasan di tahap kedua ini,’’ terangnya.
Lebih lanjut, Ghofur menjelaskan, untuk pengajuan pendampingan ini bagi CJH disabilitas yang mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan untuk didampingil oleh ahli warisnya, serta harus memiliki porsi lima tahun.
Sedangkan dalam juknis untuk penggabungan yakni yang digabung adalah saudara kandung, anak kandung, suami istri dan orang tua.
‘’Penggabungan memang ada syarat ahli waris dan sudah memiliki porsi lima tahun,’’ imbuhnya.
Seperti pernah diberitakan, jumlah urut porsi yang berhak lunas dan berangkat total 2.560 CJH. Pada tahap satu pelunasan bipih yang sudah melunasi sebanyak 2.103 CJH, sedangkan yang belum melunasi ada 457 CJH.
‘’Jemaah yang belum melunasi pada tahap pertama, karena kendala sistem pelunasan, belum selesainya proses istithaah kesehatan, serta masih memiliki kesempatan pada pelunasan tahap kedua,’’ ujarnya.
Disinggung terkait jadwal pemberangkatan CJH tahun depan. Ghofur mengatakan, sebelumnya Kemenhaj Provinsi Jatim mengundang seluruh Kemenhaj dan Umrah seluruh kabupaten/kota pada Tanggal 22 Desember 2025, dalam agenda penentuan kloter dan masuk gelombang berapa.
Lamongan dalam keputusan rapat tersebut, CJH Lamongan masuk gelombang dua dan untuk kloter masih dihitung. Pihaknya memperkirakan CJH Lamongan masuk kloter 32 sampai 36.
‘’Kloter masih dihitung karena menunggu sampai pelunasan,’’ ucapnya.
Dia menuturkan, saat ini masih pembagian per wilker, yakni urutan pertama Wilker Malang, urutan kedua Wilker Madiun, dan urutan ketiga Wilker Bojonegoro yang di dalamnya terdapat Bojoengoro, Tuban, dan Lamongan.
‘’Prediksi saya kemungkinan Lamongan gelombang pertama di kloter 32 sampai 36, enam kloter perkiraan tanggal terbangnya pada 25 April 2026, tapi kita menunggu rilis jadwal resmi dari Kementerian Haji pusat untuk penentuan kelompok terbangnya, ini cuma prediksi saja,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta