KOTA, RADARLAMONGAN.CO – Pergantian tahun baru selalu identik dengan terompet dan kembang api. Menjelang malam tahun baru 2026, penjual terompet dan kembang api mulai bermunculan di sejumlah sudut jalan Kota Lamongan.
Salah seorang pedagang terompet, Sumi, warga Kecamatan Sukodadi, mengungkapkan bahwa terompet berbahan plastik buatan pabrik kini lebih diminati masyarakat dibandingkan terompet kertas.
Menurutnya, selain lebih kokoh, terompet plastik juga dinilai lebih awet untuk digunakan saat perayaan malam pergantian tahun. Ia mengakui, pada tahun ini tidak menjual banyak jenis terompet dan hanya menyediakan terompet berbahan plastik serta terompet berbentuk naga.
“Sekarang banyak yang suka terompet bahan plastik seperti ini, kalau anak kecil biasanya suka yang berbentuk naga,” ujarnya saat ditemui wartawan, Minggu (28/12) sore.
Menurut Sumi, meski berbahan plastik buatan pabrik yang lebih kokoh, harga terompet yang ia jual tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu.
Harga terompet bervariasi tergantung ukuran dan bentuknya. “Biasanya yang beli orang tua membawa anak-anaknya. Harganya masih sama seperti tahun lalu, mulai Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu, tergantung bentuk dan ukurannya,” imbuhnya.
Namun, hingga saat ini penjualan terompet masih terbilang landai. Ia menilai kondisi cuaca di wilayah Lamongan yang kerap diguyur hujan dan angin kencang menjadi salah satu faktor masih sepinya pembeli.
“Sekarang masih sering hujan, jadi belum terlalu ramai. Biasanya nanti kalau sudah malam pergantian tahun baru pembelinya ramai,” katanya.
Sumi berharap cuaca bersahabat saat malam pergantian tahun agar penjualan terompet bisa meningkat.
“Tahun kemarin juga hujan, tapi anginnya kan nggak sekencang seperti kemarin, semoga nanti (malam pergantian tahun, red) nggak hujan,” harapnya. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta