LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Awarding kader dan penggerak lingkungan di Lamongan Tahun 2025 sukses digelar di Pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (23/12).
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sarana prasarana, meliputi 16 gerobak sampah untuk proklim utama dan sekolah adiwiyata mandiri, lima kendaraan roda tiga dari Pemprov Jatim, 28 komposter, 28 buah dropbox dan 9 bak sampah.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA,M.Ek mengapresiasi seluruh kader lingkungan yang konsisten menjaga kebersihan lingkungan, keindahan, dan keberlanjutan.
Sehingga awarding ini dilaksanakan setiap tahun sebagai reward bagi pegiat lingkungan untuk terus merefresh. Lomba ini sebagai stimulan, pendorong, dan motivasi seluruh kader lingkungan.
Baca Juga: Kota Industri, UMK Tuban 2026 Diusulkan Segini, Ini Perbandingannya dengan Lamongan
Bupati Yes mengatakan, lingkungan ini tanggung jawab bersama dan pengelolaan sampah akan terus diperbaiki.
Pemerintah berusaha menambah sarana prasarana, sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat.
‘’Bantuan sarpras ini harus dimanfaatkan dengan baik, supaya masalah sampah, lingkungan bisa ditangani secara berkelanjutan,” ujar Bupati Yes.
Menurut Bupati Yes, timbulan sampah Lamongan yang cukup besar mencapai 550 ton per hari.
Sehingga pemerintah berencana menambah satu tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Dadapan Solokuro yang tahap penyelesaian desain.
Jika TPST tersebut terwujud maka permasalahan sampah Lamongan akan berkurang, karena tahun depan Lamongan menjadi salah satu kabupaten yang berkontribusi, dalam program pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Surabaya Raya.
Baca Juga: Elda Terdakwa Arisan Bodong asal Kecamatan Solokuro Lamongan, Dituntut Empat Tahun Penjara
Jadi ditetapkan 100 ton sampah dari Lamongan setiap harinya akan dijadikan energi listrik yang merupakan solusi hilir.
Kemudian di hulu juga terus diperbaiki, yakni mengedukasi kader lingkungan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Ir. Andhy Kurniawan, ST, MMT menjelaskan, awarding ini dilaksanakan setiap tahun karena banyak penghargaan yang diterima sekolah dan lingkungan, baik dari tingkat provinsi maupun nasional.
Kemudian program Lamongan Green and Clean (LGC) ini juga sudah berjalan setiap tahun, yang harus diapresiasi agar spirit pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah tetap terjaga.
Harapannya dengan kegiatan ini, pengelolaan sampah dan penataan lingkungan bisa dilakukan bersama.
Selain itu, memberikan apresiasi kepada pejuang lingkungan hidup baik sekolah, masyarakat desa, maupun kelurahan.
‘’Terima kasih untuk masyarakat, kader lingkungan, sudah berjuang bersama dalam mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, diserahkan penghargaan antara lain, Adiwiyata mandiri nasional 10 lembaga, Adiwiyata provinsi 4, Proklim utama nasional 5 desa, berseri 11 dan 85 penghargaan LGC tahun 2025. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan