Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Kebutuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Lamongan 12 Orang, Jumlah Pendaftar Seratus Lebih 

Ahmad Asif Alafi • Senin, 1 Desember 2025 | 01:07 WIB
Pendaftar petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) berkonsultasi terkait persyaratan kepada petugas Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan.
Pendaftar petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) berkonsultasi terkait persyaratan kepada petugas Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Progres persiapan haji 2026 terus dilakukan. Saat ini dimulai seleksi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) untuk pemberangkatan haji 2026. Batas akhir pengunggahan dokumen pendaftaran PPIH, Sabtu malam (28/11) pukul 23.59 WIB. Hingga Sabtu sore, sebanyak 188 orang mendaftar PPIH. 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan bahwa kebutuhan PPIH untuk haji 2026 mencapai 12 orang.

Terdiri dari ketua kloter dan pembimbing ibadah untuk kloter 6. Namun, kuota petugas haji daerah (PHD) maupun petugas kesehatan, yang hingga kini masih belum keluar kebutuhan kuotanya.

‘’Proses rekrutmen PPIH dilakukan dua tahap, seleksi tahap 1 tingkat kabupaten dan dilanjutkan seleksi provinsi tahap dua,’’ terang Ghofur, sapaan akrabnya. 

Sedangkan verifikasi dokumen melalui Siskohat dijadwalkan pada Selasa (2/12) mendatang. Untuk computer assisted test (CAT) tahap pertama dijadwalkan pada Kamis (4/12) mendatang.

Untuk posisi ketua kloter, terdapat syarat khusus yang harus dipenuhi. Di antaranya merupakan ASN Kementerian Haji dan Umrah atau Kementerian Agama, berusia 30-58 tahun, menduduki minimal eselon IV atau memiliki pangkat III C atau jabatan fungsional ahli muda, serta berpendidikan minimal S-1. Calon ketua kloter juga diutamakan yang sudah pernah menunaikan ibadah haji.

‘’Posisi pembimbing ibadah kloter mensyaratkan usia 35–60 tahun, telah berhaji, memiliki sertifikat pembimbing ibadah haji, serta lulusan minimal S-1,’’ imbuhnya. 

Seperti diketahui, calon jemaah haji (CJH) Lamongan yang bakal berangkat tercatat sebanyak 2.560 orang. Rinciannya 2.480 jemaah reguler dan 80 jemaah prioritas lansia. 

Di sisi lain, petugas juga sedang memproses pelunasan tahap 1 hingga Tanggal 23 Desember mendatang. Ghofur memastikan, seluruh data sudah lengkap seratus persen, yang saat ini tinggal menunggu pelunasan tahap pertama. 

Jika ada CJH menunda keberangkatan, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua yang mencakup penggabungan, pendampingan, maupun cadangan. Sehingga jumlah CJH bisa bertambah dari cadangan.

‘’Jika ada yang tunda berangkat maka opsi pelunasan tahap dua di antaranya untuk penggabungan dan pendampingan serta cadangan. Ini yang akan menambah jumlah jemaah haji Lamongan,’’ ujarnya.

Selain itu, petugas juga masih memproses perekaman biometrik biovisa. Dari total 2.560 CJH, masih tersisa sekitar 200 yang belum melakukan perekaman biometrik biovisa. 

Proses biometrik sebenarnya dijadwalkan pada 10 November sampai 25 November 2025. Meski begitu, layanan tetap dibuka untuk CJH yang belum sempat hadir.

‘’Setiap hari ada yang datang ke kantor meski tanpa kami jadwal,” tutur Ghofur. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#haji #2026 #lamongan #cjh