Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Syarikah Dipangkas Menjadi Dua, Kuota Haji Lamongan Bertambah 2.496 Jemaah

Ahmad Asif Alafi • Rabu, 26 November 2025 | 04:39 WIB
Kemenag Lamongan menargetkan rekam biometrik biovisa bagi calon jemaah haji (CJH) tuntas akhir tahun nanti.
Kemenag Lamongan menargetkan rekam biometrik biovisa bagi calon jemaah haji (CJH) tuntas akhir tahun nanti.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN, CO - Kemenag Lamongan terus memantau kebijakan terbaru, terkait pemberangkatan haji tahun depan. Salah satu kebijakan yang dinilai positif ialah pengurangan jumlah syarikah, yang sebelumnya delapan menjadi dua syarikah. Seperti diketahui, syarikah merupakan perusahaan profesional yang ditunjuk untuk memberikan layanan kepada jemaah haji di Arab Saudi. 

Kabar menggembirakan lainnya yakni penambahan kuota calon jemaah haji (CJH) Lamongan. Sebelumnya, jumlah CJH Lamongan yang berangkat sekitar 1.883 jemaah. Sedangkan tahun depan sebanyak 2.496 jemaah berangkat ke Tanah Suci.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur menjelaskan bahwa kontrak layanan haji sudah dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI dengan Pemerintah Arab Saudi. Salah satunya terkait kontrak layanan syarikah. 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah syarikah sebelumnya terlalu banyak. Hal itu mengakibatkan pelayanan kurang maksimal.

‘’Maka di musim haji 2026 sudah dilakukan kontrak layanan dengan menunjuk dua syarikah, yakni Syarikah Rakeen Masyariq dan Syarikah Al Bait Guests,’’ imbuhnya.

Nantinya bakal ditentukan masing-masing syarikah ini melayani jemaah di embarkasih mana saja. ‘’Sehingga nanti di tiap embarkasih akan dilayani oleh satu syarikah. Insya Allah layanan haji akan terokomodir dengan baik dan seksama data-datanya. Embarkasih Sub Surabaya memakai Syarikah Rakeen Masyariq,’’ ujarnya.

Ghofur mengatakan, pemerintah berkomitmen akan memberikan layanan terbaik bagi jemaah, termasuk dengan penyusunan skema satu syarikah, satu embarkasih.

‘’Dengan harapan mudah-mudahan jemaah di Kabupaten Lamongan bisa menjadi satu dengan keluarga dalam satu syarikah di satu kloter, tidak terpisah lintas kloter,’’ ucapnya.

Lebih lanjut, Ghofur menuturkan, pemerintah menerapkan sistem pembagian kuota berdasarkan daftar tunggu, pada pemberangkatan haji tahun depan. Hal itu sesuai amanat UU Haji Nomor 14 Tahun 2025. 

Skema ini membuat Jawa Timur mengalami kenaikan kuota, dari 35 ribu menjadi 42 ribu jemaah. Sehingga ada kenaikan kuota sekitar 7 ribu jemaah. ‘’Kenaikan kuota Jawa Timur berdampak langsung ke Lamongan. Tahun 2025 kuota Lamongan sekitar 1.883 hampir 1.900. Tapi Insya Allah Tahun 2026, saat ini rilis seratus persen kuota Jatim, di Kabupaten Lamongan mendapat kuota 2.496 jemaah, hampir 2.500 jemaah,” terang Ghofur dengan senyum kecil. 

Sejauh ini, pihak Kemenag Lamongan sudah melakukan persiapan dokumen haji, yakni rekam biometrik biovisa dan sebagainya. ‘’Insnya Allah Lamongan dokumen haji, paspor tuntas 95 persen. Untuk biovisa masih on proses. Insya Allah di akhir November, rekam biometrik biovisa Lamongan bisa tuntas,’’ ucapnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#lamongan #kuota haji