Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Antrean Haji Turun Menjadi 27 Tahun, Kemenag Lamongan Sambut Positif Kebijakan Baru

Ahmad Asif Alafi • Rabu, 19 November 2025 | 03:28 WIB

 

Sejumlah CJH melakukan biometerik biovisa di Kantor PLHUT Kemenag Lamongan.
Sejumlah CJH melakukan biometerik biovisa di Kantor PLHUT Kemenag Lamongan.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN CO - Jumlah pendaftar haji di Lamongan yang belum berangkat mencapai 60 ribu orang. Sepanjang Januari sampai November 2025, terdapat pendaftar haji baru sekitar 2.030 orang.

Sementara itu, selain persiapan dokumen, tahun depan terdapat perubahan besar terkait pembagian kuota haji.

Berdasarkan amanat UU Haji Nomor 14 Tahun 2025, kuota haji kini dibagi berdasarkan jumlah daftar tunggu (waiting list), bukan lagi perbandingan satu per seribu penduduk muslim.

Keputusan tersebut melalui Rapat Panja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah. Dengan kebijakan baru ini, provinsi dengan daftar tunggu besar akan mendapatkan kuota lebih banyak.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan, Jatim memiliki daftar tunggu terbanyak di seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga, menurut dia, kebijakan ini secara otomatis akan berdampak positif pada penambahan kuota.

‘’Dengan sistem baru, kuota Jatim yang semula sekitar 35 ribu, naik menjadi 42 ribu untuk musim haji 2026,’’ jelas Ghofur.

Sehingga, diakuinya, terjadi kenaikan sekitar 7 ribu kuota. Sebelumnya, masa tunggu di Jatim bisa mencapai 35 tahun.

Namun dengan sistem baru berbasis waiting list nasional, masa tunggu diperkirakan merata menjadi 26 sampai 27 tahun di seluruh Indonesia.

‘’Dengan kebijakan baru tentang pembagian kuota ini, Alhamdulillah jemaah Lamongan dan Jatim mulai merasakan layanan haji dengan cepat, dengan daftar tunggu tidak terlalu lama,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kemenag Lamongan terus mematangkan persiapan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) Lamongan.

Data rilis sementara menunjukkan sekitar 90 persen CJH bakal berangkat 2026, yakni sebanyak 2.346 orang.

Saat ini, Kantor Kemenag Lamongan sudah mulai melakukan rekam biometrik bio visa di Kantor Pusat Layanana Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

Pantauan wartawan koran ini, sejumlah CJH antri biometerik biovisa di Kantor PLHUT Kemenag Lamongan, kemarin (17/11).

‘’Kami mulai menjadwalkan rekam biometrik bio visa sejak Tanggal 10-25 November 2025. Setiap hari sekitar 200 jemaah menjalani foto biometrik di Kemenag Lamongan, sebagai persiapan dokumen untuk mendapatkan visa haji,” ujarnya.

Ghofur menjelaskan, dalam tujuh hari pelaksanaan, sudah ada 1.400 CJH yang tuntas melakukan bio visa. Di saat bersamaan, Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas di Lamongan melakukan pemeriksaan kesehatan.

‘’Kita upayakan seluruh persiapan calon jemaah haji ini selesai pada November,” tambah Ghofur. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#antrian haji #Haji 2026 #lamongan #calon jemaah haji #cjh