Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Fraksi PKB DPRD Lamongan Gelar Tasyakuran Penganugerahan Tiga Pahlawan Nasional

Ahmad Asif Alafi • Senin, 17 November 2025 | 14:16 WIB

Acara tasyakuran penganugerahan tiga Pahlawan Nasional berlangsung khidmad.
Acara tasyakuran penganugerahan tiga Pahlawan Nasional berlangsung khidmad.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Lamongan menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025 pada tiga tokoh bangsa, yakni KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaichona Muhammad Kholil, dan aktivis buruh Marsina.

Acara yang berlangsung di salah satu ruangan di gedung DPRD Lamongan, Minggu (16/11), itu juga diisi dengan istighosah dan doa bersama.

Ketua DPRD Lamongan, M. Freddy Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus upaya mengenang jasa para tokoh yang mendapat gelar pahlawan.

‘’Paling tidak dengan adanya tasyakuran ini, kita bisa mengingat kembali apa yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Persela Lamongan Tumbang dari Kendal Tornado FC, Ragil Sudirman Soroti Gol Cepat dan Kepemimpinan Wasit

Freddy berharap keteladanan para pahlawan itu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan seluruh elemen masyarakat.

‘’Harapannya, kita bisa meniru keteladanan beliau-beliau itu,’’ ucap politisi PKB asal Desa Wanar, Kecamatan Pucuk tersebut.

Disinggung terkait keteladanan yang bisa dipetik dari sosok Gus Dur. Freddy, sapaan akrabnya menjabarkan banyak hal yang bisa diteladani dari Presiden RI ke empat tersebut.

‘’Jadi Gus Dur adalah bapak demokrasi. Karena dengan dipimpin Gus Dur, Indonesia demokrasinya diakui oleh dunia, luar biasa,’’ ujarnya.

‘’Dan Gus Dur tidak mau berkompromi ketika demokrasi itu dijadikan bahan untuk politik dagang sapi. Ini terbukti mas, ketika Gus Dur menjadi Presiden, kemudian diajak untuk berkoalisi, dengan beberapa syarat beliau menolak, dan dia (Gus Dur, red) siap lebih baik tidak jadi Presiden daripada tidak mengindahkan demokrasi,’’ sambungnya.

Baca Juga: Persela Lamongan vs Kendal Tornado FC: Laskar Joko Tingkir Disapu Badai Pantura

Lebih lanjut, Freddy menilai, penjatuhan Gus Dur dari kursi Presiden sebagai keputusan politik semata.

‘’Sampai hari ini, apa kesalahan Gus Dur?, tidak ada. Ini murni politik, karena beliau mempertahankan demokrasi,’’ katanya.

Pihaknya berharap keteguhan sikap itu dapat diteladani, khususnya oleh kader PKB dan seluruh partai di Lamongan.

‘’Saya berharap teman-teman khususnya PKB, kemudian secara umum seluruh partai di Lamongan ini bisa meniru keteladanan beliau, tidak tergoyahkan oleh apapun, sepanjang itu tidak bertentangan dengan regulasi,’’ tambahnya.

Baca Juga: PSS Sleman Baru Main Besok, Persela Lamongan Gagal ke Puncak Klasemen Lagi

Freddy menegaskan bahwa keteladanan Gus Dur sebagai pahlawan demokrasi harus terus dihidupkan. ‘’Keteladanan beliau inilah yang bisa kita contoh dan tunjukkan sesuai pemahaman kita bahwa Gus Dur adalah pahlawan demokrasi,” ujarnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#Kiai Kholil Bangkalan #dprd lamongan #gus dur #Pahlawan Nasional 2025 #fraksi pkb #marsinah