radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Kejadian motor brebet makin meluas.
Setelah Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan, keluhan juga dirasakan pengendara motor di Mojokerto.
Ari, 29, pengendara motor asal Wates, Kecamatan Magersari, harus merogoh saku karena kendaraannya brebet.
’’Kemarin sempat parah banget, jalan sedikit brebet. Setelah diganti busi dan kuras bensin, langsung normal,’’ ujarnya.
Bengkel Tri Star Motor di Jalan Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto, mendata ada 31 motor yang masuk bengkel karena keluhan sama, brebet.
Rinciannya, Senin (27/10) ada 18 motor dan Selasa (28/10) ada 13 motor.
Pemilik bengkel, Robi Samapta, mengatakan, rata-rata motor yang masuk itu keluaran terbaru dengan sistem injeksi modern.
Mereka sebelumnya mengisi Pertalite di pom bensin kawasan Kota dan Kabupaten Mojokerto.
’’Gejalanya hampir sama semua. Mesin brebet, busi kotor, pembakaran tidak sempurna, dan bahkan baunya bensin beda. Lebih menyengat dan cepat menguap,’’ ujarnya di bengkelnya, Selasa (28/10) siang.
Robi menjelaskan, pemeriksaan teknis menunjukkan pembakaran di ruang mesin berubah warna kehijauan, sementara dinding ruang bakar meninggalkan residu halus menyerupai bedak.
’’Itu tanda bahan bakar tidak terbakar sempurna. Kalau sistem injeksinya tidak disetel ulang, bisa ganggu pengapian,’’ jelasnya.
Robi menyarankan pengguna segera mengganti bahan bakar ke Pertamax, menguras tangki, serta mengganti busi baru.
’’Setelah diganti, performa motor langsung pulih. Tarikan enteng lagi dan suara mesin halus,’’ katanya seperti dilansir Radar Mojokerto. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma