radarlamongn.co – jawaposradarlamongan - Motor brebet masih terjadi di Lamongan hingga Selasa (28/10).
Nindi, seorang pemilik motor, mengatakan, kendaraannya mengalami brebet sejak Senin (27/10).
Awalnya, diabaikan. Namun, anaknya ternyata tidak mau mengendarai motor dengan kondisi brebet tersebut.
Dia lalu mendatangi bengkel motor untuk menservis kendarannya.
‘’Kalau kemarin (Senin), kendaraan brebet (Pertalite masih ada di tangki) tak belikan tambahan lagi Pertamax, masih sama (brebet),’’ katanya.
Nindi diminta pihak bengkel membeli busi baru.
Mardiono, pemilik bengkel motor di Jalan Lamongrejo, Lamongan, menjelaskan, keluhan motor brebet hingga kemarin masih ada.
Namun, tak seramai Senin lalu. Dia menguras tangki BBM tersebut sampai bersih.
‘’Kalau kemarin (Senin), bisa sampai 15 kendaran dalam satu hari. Kalau hari ini (kemarin, Red) baru lima kendaraan,’’ katanya kemarin siang.
Dia menguras tangki motor yang berisi Pertalite. Tangki itu kemudian diisi dengan Pertamax. Selain itu, sebagian motor dilakukan pergantian busi.
‘’Sampai saat ini belum sampai melakukan pergantian alat injeksi, hanya pergantian busi saja,’’ jelasnya.
Dari tangki – tangki yang dikuras itu, Mardiono mendapatkan sekitar 15 liter Pertalite yang dia tuangkan ke galon.
Purnomo, pemilik bengkel di Jalan Sunan Drajat Lamongan, mengatakan, dua hari terakhir ada total 18 motor yang dikuras tangkinya.
Dia mengganti Pertalite dengan Pertamax. Selain itu, busi juga diganti. Hasilnya, motor pengunjung bengkelnya kembali normal.
‘’Rata – rata, semua bengkel dengan keluhan mendapatkan kendaraan brebet seperti ini,’’ ujarnya.
Heri, pemilik bengkel di Desa Gumining, Kecamatan Tikung, menuturkan, sejak Sabtu (25/10), bengkelnya sudah menerima lima kendaraan yang mengalami brebet.
Senin (27/10), ada sepuluh motor. ‘’Sekarang (kemarin, Red), masih empat kendaran dengan keluhan yang sama,’’ tuturnya.
Menurut dia, saat dicek, busi mengeluarkan aliran listrik kecil. Mesin juga mengalami panas karena pembakaran tidak normal.
‘’Setelah dibersihkan tangkinya, diganti dengan Pertamax, kembali normal lagi,’’ katanya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma