LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga Lamongan mengalami kendala pada kendaraannya usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU wilayah kota. Tak sedikit motor yang tiba-tiba brebet hingga harus masuk bengkel untuk diperbaiki.
Keluhan serupa dialami Udin, warga asal Kecamatan Lamongan. Ia mengaku motornya mendadak brebet tak lama setelah mengisi BBM pada Minggu (26/10).
“Baru jalan beberapa meter sudah terasa brebet,” ungkapnya kepada wartawan.
Khawatir terjadi kerusakan pada kendaraannya, Udin kemudian membawa motornya ke bengkel keesokan harinya.
“Katanya tadi BBM-nya dikuras, sementara ganti pakai Pertamax, sekalian bersihkan busi,” ujarnya.
Menanggapi keluhan beberapa warga, Polres Lamongan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan sidak ke sejumlah SPBU di wilayah kota.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan takaran liter, kadar oktan, dan kandungan air pada tangki tandon BBM jenis Pertalite maupun Pertamax.
“Berdasarkan hasil uji bersama Disperindag, semua parameter masih sesuai standar yang diizinkan. Tidak ditemukan indikasi pengoplosan maupun adanya kandungan air dalam tangki BBM,” jelasnya.
Hamzaid menambahkan, dari keterangan petugas SPBU diketahui bahwa pasokan Pertalite dari Pertamina Tuban dalam sepekan terakhir memang memiliki bau yang lebih menyengat dari biasanya.
Kondisi itu sempat dikeluhkan beberapa pengguna sepeda motor. Namun, pasokan terbaru yang diterima pada Minggu (26/10) malam dilaporkan sudah kembali normal.
Sementara itu, Edi Kusbandono, pemilik SPBU di Jalan Kombespol Lamongan, membenarkan bahwa bau menyengat pada BBM sudah tercium sejak sekitar sepekan lalu.
“Sudah saya laporkan ke pusat sejak minggu kemarin, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Pihak SPBU, lanjut Edi, telah meningkatkan kebersihan dan pelayanan sembari menunggu informasi resmi dari Pertamina. “Kami tidak berani menyimpulkan penyebabnya karena masih menunggu hasil resmi dari Pertamina,” katanya.
Hal senada diungkapkan Musholi, petugas SPBU di Jalan Sunan Drajat Lamongan. Ia mengakui bahwa bau menyengat pada BBM jenis Pertalite memang terjadi dalam sepekan terakhir.
“Memang bau, tapi sejauh ini belum ada komplain dari konsumen,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah bengkel motor di wilayah kota juga mengaku menerima peningkatan jumlah kendaraan dengan keluhan serupa. Dalam tiga hari terakhir, sejak 25 hingga 27 Oktober, setiap bengkel rata-rata menerima 10 hingga 12 motor per hari dengan gejala mesin brebet setelah mengisi Pertalite.
Dari hasil pemeriksaan, BBM di tangki motor memiliki aroma menyengat dan menimbulkan kerusakan ringan pada busi serta sistem injeksi.
Dengan adanya temuan tersebut, masyarakat kini berharap Pertamina segera menindaklanjuti laporan ini agar distribusi BBM di Lamongan kembali benar-benar normal dan aman digunakan. (mal/jar)
Editor : Anjar D. Pradipta